DPR Minta Polri Tindak Tegas Penimbun Obat dan Oksigen

·Bacaan 2 menit

VIVA – Ketua Komisi III DPR RI Herman Herry, berharap Kepolisian RI melakukan penindakan secara tegas terhadap sejumlah pihak yang menimbun obat dan oksigen.

Menurutnya, Polri harus berupaya dalam ketersediaan kebutuhan medis seperti suplai oksigen untuk rumah sakit. Termasuk ketersediaan obat-obatan bagi masyarakat yang terpapar COVID-19.

"Saat ini, selain peningkatan penyebaran COVID-19, satu hal yang menjadi keprihatinan bersama ialah soal ketersediaan oksigen di rumah sakit untuk perawatan penderita COVID-19. Pemerintah sudah memutuskan 90 persen produksi oksigen nasional akan diperuntukkan bagi kebutuhan medis dan Polri mesti memastikan hal tersebut," ujar Herman Herry, dalam keterangannya, Jumat 2 Juli 2021.

Baca juga: Sultan HB X: Pemerintah Tidak Memperkirakan Kondisi Akan Separah Ini

Herman meminta Polri dapat menindak tegas siapapun yang menaikkan harga oksigen. Apalagi sampai harga tersebut melebihi batas kewajaran. "Saya berharap Kapolri dan Kabareskrim tak segan-segan mengambil tindakan hukum tegas kepada siapa pun yang menaikkan harga oksigen secara tidak wajar demi keuntungan pribadi," kata politikus PDI Perjuangan itu.

Herman juga menyoroti banyaknya masyarakat yang mengeluh langkanya obat-obatan seperti Ivermectin, yang tengah diuji klinis oleh BPOM sebagai obat terapi pencegahan dan penyembuhan pasien COVID-19. Dia meminta semua pihak, agar jangan sampai mengambil keuntungan dari adanya pandemi.

"Jangan sampai kondisi pandemi yang memburuk seperti sekarang dijadikan lahan memperkaya diri oleh mafia yang menimbun obat-obatan hingga harganya melonjak dan tak bisa diakses masyarakat," ujarnya.

Politisi asal NTT ini, turut merespons kegiatan vaksinasi serentak di 34 Polda di seluruh Indonesia yang diinstruksikan oleh Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut Herman, saat ini, percepatan program vaksinasi memang menjadi fokus utama demi menekan perburukan penyebaran pandemi COVID-19 di Tanah Air.

"Berdasarkan informasi yang saya dapatkan, kegiatan vaksinasi massal yang digelar Polri ini berhasil mencapai target 1 juta dosis dalam sehari, bahkan melewati target tersebut. Negara ini tengah betul-betul membutuhkan kesigapan semua pihak seperti Polri untuk bergandengan tangan dan bahu-membahu menekan laju pandemi demi mendukung terciptanya masyarakat sehat dan pemulihan ekonomi nasional," katanya.

Sebagaimana diketahui, dalam rangka memperingati hari jadi Kepolisian Republik Indonesia ke-75 pada 1 Juli 2021, Korps Bhayangkara menggelar vaksinasi COVID-19 serentak di 34 Polda beserta jajaran se-Indonesia pada Sabtu 26 Juni 2021. Kegiatan tersebut diklaim berhasil menyasar 1.285.460 penerima vaksin sebagaimana data yang Divisi Humas Polri.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel