DPR Minta Semua Pihak Tunggu Hasil Penyelidikan KNKT Soal Sriwijaya Air SJ 182

·Bacaan 2 menit
Tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) memeriksa serpihan pesawat Sriwijaya Air SJ 182 yang berhasil dtemukan dan dievakuasi tim SAR gabungan di Dermaga JICT, Jakarta, Minggu (10/1/2021). Sriwijaya Air SJ 182 jatuh di perairan Kepulauan Seribu. (Liputan6.com/Helmi Fithriansyah)

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad meminta semua pihak untuk tak berspekulasi mengenai insiden Sriwijaya Air SJ 182. Oleh karena itu ia meminta semua pihak bersabar dan menunggu hasil penyelidikan Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT).

"Sejauh ini saya belum tahu apakah jam terbangnya masih layak terbang atau tidak karena biasanya bukan usia yang dilihat tapi jam terbang. Dan kemudian proses maintenance pesawat tersebut yang ada rutinitas dan selalu dicek. Sehingga kita marilah tunggu saja hasil KNKT untuk jadi bahan evaluasi," kata Dasco di kompleks parlemen, Jakarta, Senin (11/1/2021).

Karena itu, dia berharap black box Sriwijaya Air SJ 182 segera ditemukan. Karena dari sanalah semuanya bisa terungkap.

"Kami telah mendengar bahwa black box dari pesawat tersebut telah diketemukan sehingga kami brharap dengan ditemukannya black box tersebut KNKT dapat segera mencari penyebab jatuhnya pesawat untuk menjadi evaluasi lebih lanjut terhadap kejadian atau penyebab jatuhnya pesawat tersebut supaya dapat menjadi acuan dalam mengevaluasi pesawat-pesawat yang lain," ungkap Dasco.

Selain itu, politikus Gerindra itu juga meminta masyarakat tidak menyebar berita hoaks terkait Sriwijaya Air SJ182.

"Kami imbau kepada para netizen untuk men-check atau recheck terlebih dahulu berita yang didapat sebelum dishare ke kawan-kawan atau grup," kata dia.

DVI Utamakan Ketepatan Ketimbang Kecepatan

Tim Disaster Victim Identification (DVI) Polri terus berupaya untuk mengidentifikasi bagian tubuh para korban kecelakaan Sriwijaya Air bernomor penerbangan SJ 182 yang jatuh di perairan Kepulauan Seribu, DKI Jakarta, Sabtu 9 Januari 2021.

Tim tidak mematok tenggat waktu proses identifikasi jenazah korban kecelakaan pesawat Sriwijaya Air rute Jakarta-Pontianak itu. Selama mengidentifikasi tim DVI memastikan akan mengutamakan ketepatan dibanding kecepatan.

"Enggak ada (target) karena terpenting ketepatan bukan kecepatan," tegas Kabid DVI Pusdokkes Polri, Kombes Ahmad Fauzi di RS Polri, Jakarta pada Senin (11/1/2021).

Untuk itu, Fauzi meminta kesabaran dari pihak keluarga korban kecelakaan Sriwijaya Air untuk menunggu hasil kerja dari tim DVI.

"Maka kami minta kesabaran keluarga korban agar jangan salah identifikasi," harap dia.

Saksikan Video Pilihan di Bawah Ini: