DPR Minta Tim Review Kemenpora Transparan Terkait Pemangkasan Atlet Sea Games

·Bacaan 2 menit

Merdeka.com - Merdeka.com - Tim Review Peningkatan Prestasi Olahraga Nasional (PPON) Kemenpora diminta menyampaikan hasil review atlet yang akan dikirim ke Sea Games Vietnam 2021 secara transparan ke publik. Ketua Komisi X DPR RI Saiful Huda mengatakan sebabnya, pemangkasan atlet ke Sea Games banyak memicu spekulasi publik.

"Keputusan pemangkasan jumlah kontingen Indonesia dalam Sea Games Vietnam ini memicu banyak spekulasi liar. Baiknya Tim Review PPON membuka data mereka yang menjadi dasar kenapa satu atlet diberangkatkan yang lain tidak, kenapa satu cabang harus berangkat cabang yang lain tidak," ujar Huda dalam keterangannya, Jumat (22/4).

Pemangkasan jumlah kontingen Indonesia di Sea Games membuat pertanyaan publik. Alasan dan waktu hingga kewenangan PPON yang besar dipertanyakan.

"Rasa penasaran tersebut juga tergambar dari berbagai perbincangan netizen di media sosial maupun beragam kritik yang disampaikan melalui media massa," kata Huda.

Reaksi publik itu terlihat dari pencoretan tim futsal putra dari kontingen Sea Games karena dinilai tidak berpotensi mencetak medali. Di sisi lain futsal putra Indonesia kerap mencetak prestasi dengan meraih posisi runner up dalam Piala AFF 2022 di Thailand.

"Akhirnya atas desakan yang begitu kuat dari publik, Kemenpora dan Federasi Futsal Indonesia menganulir keputusan pencoretan dan memberangkatkan timnas putra futsal ke Sea Games Vietnam," sambung Huda.

Belum usai polemik tersebut, atlet senam Sutjiati Narendra menyampaikan surat terbuka ke publik. Juga cerita pesenam muda peraih emas PON Papua asal Makassar Muthia Nur Cahya mengalami nasib sama.

"Sutjiati Narendra dan Muthia Nur Cahya adalah atlet-atlet potensial sehingga wajar jika publik mempertanyakan standar apa yang dipakai oleh Tim Review PPON untuk menentukan satu atlet bisa berangkat satu lain tidak," kata Huda.

Politikus PKB ini menuturkan, alasan tim review PPON dan Kemenpora terkesan tidak sinkron. Dia mencontohkan alasan Ketua Tim Review PPON Moch Asmawi yang menyebut keterbatasan anggaran sehingga hanya atlet berpotensi mendali yang diberangkatkan ke Sea Games Vietnam. Di sisi lain Menpora Zainuddin Amali berdalih paradigma prestasi olahraga Indonesia harus berubah dari mengejar prestasi di Sea Games atau Asian Games menjadi fokus ke Olimpiade.

"Jadi ini mana yang benar adanya keterbatasan anggaran atau karena mengejar prestasi di Olimpiade sehingga ada pemangkasan kontingen Indonesia di Sea Games Vietnam," tanya Huda.

Huda menilai harus ada konsistensi konsep pembinaan olahraga prestasi, dengan realisasi lapangan. Dirinya sepakat dengan konsep Desain Besar Olah Raga Nasional (DOB) yang mencoba memfokuskan pembinaan ke beberapa cabang olah raga berpotensi medali olimpiade. Namun, harusnya konsep tersebut segera dioperasionalkan dengan pembangunan pusat-pusat pelatihan, pencarian bibit atlet, dan mempersiapkan berbagai event sebagai sasaran antara.

"tetapi dari banyaknya konsep DOB ini yang saat ini menonjol justru pembentukan Tim Review PPON yang seolah sebagai algojo untuk menentukan siapa yang berangkat dan tidak berangkat ke berbagai event olah raga internasional, termasuk Sea Games Vietnam," pungkasnya. [eko]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel