DPR Pastikan Tambahan Biaya Haji 2022 Rp1,5 Triliun Tak Dibebankan ke Jemaah

Merdeka.com - Merdeka.com - Menteri Agama Yaqut Cholil Qoumas mengusulkan tambahan anggaran operasional haji tahun 2022 sebesar Rp1,5 triliun. Hal ini dilakukan karena adanya tambahan kebutuhan biaya haji 2022.

Menanggapi hal itu, Ketua Komisi VIII DPR Yandri Susanto, meminta adanya usulan tambahan anggaran tersebut dipastikan tidak ada pembebanan langsung terhadap calon jamaah haji.

Hal itu disampaikan dalam Rapat Dengar Pendapat lanjutan dengan Kepala BPKH, terkait Persiapan Pelaksanaan Ibadah Haji dan alokasi Quota Pengawas Haji Tahun 1443H/2022M, Selasa, (31/5).

"Jadi, kita sepakat pak menteri para anggota dan pimpinan terhadap usulan penambahan anggaran biaya haji itu, pasti tidak kita bebankan kepada seluruh calon jamaah haji. Maka kita mencari solusi antara efisiensi dana haji dan nilai manfaat dari para calon jamaah haji yang sebentar lagi akan berangkat tidak perlu risau galau ataupun tidak perlu risau," kata Yandri.

Sebelumnya, Menag Yaqut menjelaskan, tambahan Rp1,5 triliun itu salah satunya disebabkan ada aturan baru dari Arab Saudi terkait paket layanan di Masyair, baik Arafah, Muzdalifah, dan Mina (Armuzna) sebesar Rp1,463 triliun.

Selain itu, ada kekurangan biaya masyair Petugas Haji Daerah (PHD) dan pembimbing Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) sekitar Rp9,187 miliar.

"Biaya masyair jemaah haji reguler jumlah penambahannya Rp1.463.721 741.330,89. Ini beban nilai manfaat keuangan haji dan dana efisiensi haji," ungkap Yaqut.

"Biaya masyair PHD dan pembimbing KBIHU jumlahnya Rp9.187.435.980,78. Ini beban APBD PHD dan pembimbing KBIHU," sambungnya.

Kemudian, ada biaya penambahan lainnya yakni technical landing jemaah embarkasi Surabaya sebesar Rp25,7 miliar.

“InsyaAllah Komisi VIII dan Kemenag berkomitmen terhadap penambahan masyair dan techinal landing ini tidak akan dibebankan ke calon jemaah haji yang dalam waktu dekat (akan berangkat),” tegas Yandri.

Oleh karena itu, pembahasan tambahan anggaran operasional Haji reguler fokus pada dua komponen, yaitu paket Masyair dan biaya technical landing; serta embarkasi haji Surabaya dan merumuskan sumber pembiayaan.

“Tambahan anggaran tersebut apakah dari nilai manfaat keuangan Haji atau dari dana efisiensi pengelolaan keuangan operasional haji, atau dua-duanya? Ya sudah kita bicarakan sama dalam tadi malam semua sudah dari hati ke hati InsyaAllah pada siang hari ini tidak akan ada hambatan,” pungkasnya.

Reporter: Tira Santia/Liputan6.com [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel