DPR: Pencopotan 2 Kapolda Hal Wajar, Jangan Dianggap Politis

Bayu Nugraha, Anwar Sadat
·Bacaan 1 menit

VIVA – Wakil ketua Komisi III DPR RI asal Fraksi Partai NasDem, Ahmad Sahroni, menanggapi terkait langkah Kapolri Idham Azis yang melakukan mutasi besar-besaran di institusi Polri. Tak tanggung-tanggung, beberapa hari lalu, ada 626 personel Polri yang dimutasi.

Menurut Sahroni, mutasi yang dilakukan Kapolri adalah langkah yang positif. Sahroni menilai, hal ini tentunya telah dipertimbangkan secara matang dan melalui berbagai assessment penting.

"Terkait mutasi di kepolisian ini, tentunya sudah melewati berbagai pertimbangan dan penilaian internal. Saya juga lihat formasi barunya udah pas, jadi ini pasti sudah dipertimbangkan betul-betul. right men on the right place," kata Sahroni kepada wartawan, Rabu 18 November 2020.

Sahroni menambahkan bahwa adanya mutasi ini merupakan hal yang lumrah dilakukan di institusi kepolisian. Termasuk juga di dalamnya untuk posisi Kapolda yang turut dilakukan mutasi oleh Kapolri.

Karena mutasi adalah hal yang wajar, Sahroni mengimbau pada masyarakat agar tidak berlebihan memberikan respons. Sahroni berharap masyarakat tidak menilai mutasi terhadap Kapolda DKI Jakarta dan Kapolda Jawa Barat beberapa waktu lalu sebagai langkah politis.

"Jadi yang kemarin Kapolda DKI Jakarta dan Kapolda Jabar itu dimutasi, nggak usah lah dinilai langkah politis. Ya mungkin ada pertimbangan itu, tapi pasti keputusannya sudah dibuat jauh-jauh hari. Tidak ujug-ujug,"ujar Sahroni.

Sebelumnya diberitakan, Mabes Polri mencopot dua Kepala Kepolisian Daerah (Kapolda) yaitu Kapolda Metro Jaya Irjen Nana Sudjana dan Kapolda Jawa Barat Irjen Rudy Sufahriadi. Keduanya dicopot lantaran karena dianggap tak melaksanakan perintah menegakkan protokol kesehatan. (ren)

Baca juga: Dua Kapolda Dicopot, FPI: Kalau Kerumunan Pilkada Siapa Tanggungjawab?