DPR: Penyaluran alsintan dari Kementan contoh nyata program kerakyatan

·Bacaan 1 menit

Anggota Komisi IV DPR RI Andi Akmal Pasluddin mengapresiasi penyaluran bantuan alat dan mesin pertanian (alsintan) terhadap para petani di seluruh Indonesia oleh Kementerian Pertanian, yang dinilai merupakan contoh nyata dari program kerakyatan.

"Program alsintan dan beberapa program Kementan merupakan program kerakyatan yang langsung dapat terasa sampai ke lapisan bawah masyarakat," kata Andi Akmal Pasluddin dalam rilis di Jakarta, Jumat.

Menurut dia, selama masa reses DPR RI sekitar satu bulan kemarin, dirinya telah berkunjung ke dapilnya di Sulawesi Selatan dan mendapati para petani yang sangat terbantu dengan program ini.

Bantuan tersebut, lanjutnya, bahkan sudah bisa langsung digunakan petani dalam meningkatkan produksi lahannya masing-masing.

Ia berpendapat bahwa bantuan alsintan tersebut mampu menghemat biaya produksi yang dilakukan, sehingga para petani bisa meningkatkan nilai kesejahteraan.

"Bantuan Dirjen PSP khusus alsintan sangat bagus dan perlu dilanjutkan," ujar Andi Akmal.

Meski demikian, Andi meminta agar pengawasan alsintan dan berbagai bantuan lainnya terus ditingkatkan. Ia juga berharap petani mampu mengoptimalkan semua perangkat teknologi dan mekanisasi yang disediakan.

“Saya kira pengawasannya bukan hanya untuk alsintan, namun juga untuk bantuan lain seperti hewan ternak, perbenihan, dan juga bantuan pupuk. Semua harus diawasi dengan ketat,” katanya.

Ia juga mengusulkan akan lebih bagus bila alsintan yang diberikan kepada petani juga dapat betul-betul disesuaikan dengan kebutuhan lokal supaya tidak ada alat yang terbengkalai.

Baca juga: Pupuk Kaltim salurkan bantuan traktor untuk petani di Papua
Baca juga: Kementan: bantuan alsintan tingkatkan efisiensi hingga 48 persen
Baca juga: Peneliti: Perlu perbaikan skema bantuan petani

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel