DPR Pertanyakan Respon Pemerintah Soal Sampang

INILAH.COM, Jakarta - Komisi III DPR akan mengunjungi Sampang, Madura untuk mencari informasi dan data terkait penyerangan terhadap komunitas Syiah yang menewaskan dua korban jiwa.

Ketua Komisi III DPR Gde Pasek Suardika mengatakan komisinya juga akan mengumpulkan data seputar protap yang dilaksanakan polisi. Termasuk, adanya perbedaan penanganan antara konflik di daerah lain dengan di Sampang.

"Kami ingin mencari sebenarnya seperti apa formula penanganan polisi. Sehingga kita tahu protap yang sebenarnya dan kita bisa memberikan saran apa yang proporsional harus dilakukan. Sehingga tidak lagi terjadi seperti itu. Sesuatu yang sudah jelas bisa dideteksi, eh ternyata tetap kecolongan. Kan ini kan tidak hanya itu saja kasusnya," kata Gde Pasek Suardika, di gedung DPR, Jakarta, Selasa (28/8/2012).

Selain persoalan penanganan tersebut, diakui Pasek bahwa pihaknya juga melihat ada keganjilan. Terutama, penanganan cepat dengan beragam tindakan langsung dari kasus Sampang ini. Sementara kasus lain seperti di Sulawesi Tengah, justru tidak seperti ini. "Juga mau tahu kenapa kasus tertentu penangannya cepat. Tapi di suatu tempat lain kok enggak," kata politikus Partai Golkar ini.

Pasek menilai, reaksi-reaksi kasus lain memang cenderung lamban. Maka dari itu, hal ini akan diperdalam juga terutama pada pihak kepolisian. "Kita ingin tahu apa penyebabnya. Apakah terkait dengan kepolisian di daerahnya atau memang ada kebijakan tertentu atau bagaimana. Misalnya kejadian Sampang ini menurut saya responnya lumayan cepat, begitu kejadian, komentarnya lumayan cepat," kata dia.

Komisi yang membidangi hukum ini akan berangkat ke Sampang pada 30 Agustus 2012. Keberangkatan tersebut juga diikuti dengan kunjungan ke Sulawesi Tengah. Pascakunjungan, dijadwalkan Senin (3/9/2012), komisi III akan memanggil Kapolri terkait masalah tersebut.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.