DPR RI harapkan perang Rusia-Ukraina tak hambat pemulihan negara G20

Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Bobby Adhityo berharap perang Rusia dan Ukraina tak akan menjadi penyebab pemulihan ekonomi negara-negara G20 dari pandemi COVID-19 terhambat.

"Ini yang ditakutkan, jadinya akan sama-sama susah. Sementara slogan Presidensi G20 Indonesia adalah recover together, recover stronger," ungkap Bobby dalam acara Crosscheck Medcom.id secara daring di Jakarta, Minggu.

Maka dari itu, aksi walk out Amerika Serikat (AS) hingga Inggris dalam pertemuan G20 diharapkan hanya bentuk dukungan moral dan tak berpengaruh terhadap kerja sama bilateral maupun multilateral dengan negara-negara G20.

Bobby menilai aksi walk out AS hingga Inggris dalam pertemuan G20 beberapa waktu lalu hanyalah sikap diplomatik.

Hal tersebut dipertegas oleh Pemerintah Indonesia sebagai Presidensi G20 2022 yang menyatakan aksi walk out tidak mempengaruhi substansi pertemuan G20 maupun hasil perundingannya.

Apalagi, lanjut dia, negara-negara besar tersebut sebetulnya juga membutuhkan seluruh negara G20, termasuk Indonesia, untuk menjadi pasar hasil produksi mereka.

Begitu pula dengan negara-negara G20 yang membutuhkan investasi dari berbagai negara tersebut.

Kendati saat ini belum ada dampak nyata dari aksi walk out Negeri Adidaya hingga Inggris kepada negara G20 selain Rusia, ia mengingatkan agar Indonesia tetap harus berhati-hati.

"Yang disampaikan dari AS baru tak akan samanya transaksi ekonomi kepada Rusia, tak ada hubungannya ke Indonesia. Kalau nanti memang ada baru Indonesia harus berpikir lagi bagaimana langkah diplomatisnya," ujarnya.

Baca juga: Sikap Sri Mulyani dalam Presidensi G20 dinilai tunjukkan ketegasan RI
Baca juga: Kepada Luhut, Wang Yi dukung Indonesia banyak berkontribusi global
Baca juga: KNIU: Presidensi G20 Indonesia dorong gotong royong majukan pendidikan

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel