DPR Saran Kadiv Propam Dinonaktifkan selama Pengusutan Kasus Baku Tembak Anak Buah

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Trimedya Panjaitan menyarankan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menonaktifkan Kadiv Propam Polri Irjen Ferdy Sambo. Selama tim khusus tengah melakukan penyelidikan terhadap kasus adu tembak anak buah Kadiv Propam di rumah dinasnya.

"Saya dari beberapa hari yang lalu sudah mengusulkan hal itu (Ferdy Sambo dinonaktifkan). Sebelum orang ngomong, gua sudah ngomong gitu," kata Trimedya saat dihubungi, Jumat (15/7).

Penonaktifan Ferdy Sambo diperlukan agar penanganan kasusnya tidak ada konflik kepentingan. Ferdy sendiri akan menjalani pemeriksaan. Wajar penjabat yang terlibat dinonaktifkan sementara dari jabatannya.

"Istrinya diperiksa, ya tentu jabatan beliau sebagai Kadiv Propam memang biasa meriksa orang sekarang diperiksa. Dan itu kan sudah kebiasaan kalau ada pejabat yang dianggap ada kaitan, ini kam karema di rumah beliau dan istrinya kan. Ya sudah sepantasnya, sebenernya sebelum orang ngomong itu gua sudah ngomong dari pada IPW," jelas Trimedya.

Alasan Polri belum dinonaktifkan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo karena tidak ingin terburu-buru. Alasan itu tidak ada masalah, tetapi penting untuk memberikan kepercayaan kepada masyarakat atas penyelesaian kasus tersebut.

"Ya enggak apa-apa gitu loh, enggak apa-apa tapi kalau gamau terburu-buru monggo, tapi kan ini bagaimana meningkatkan kepercayaan masyarakat gitu loh," jelas Trimedya.

Menurut politikus PDIP ini, kasus penembakan antar anggota polisi diselimuti banyak kejanggalan.

"Karena dari awalnya dibangun cerita yang menimbulkan kejanggalan-kejanggalan. Kalau ceritanya mulus sih mungkin orang enggak akan nanya. Dan kalau pun dinonaktifkan kan berapa lama," tegas Trimedya.

Sebelumnya, Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo tidak mau terburu-buru untuk menanggapi lebih lanjut soal usulan memberhentikan Kadiv Propam Irjen Pol, Ferdy Sambo. Karena dia meminta kepada publik untuk menunggu hasil kerja tim khusus yang sudah dibentuk.

"Tentunya kita tidak boleh terburu-buru, dan yakinlah tim gabungan ini adalah tim profesional," kata Sigit saat jumpa pers di Mabes Polri, Jakarta Selatan, Selasa (12/7).

Tim khusus ini langsung dipimpin oleh Wakapolri Komjen Pol Gatot Eddy Pramono beserta jajaran Irwasum, Bareskrim, Provos, hingga Paminal Polri. Dengan melibatkan unsur eksternal Kompolnas maupun Komnas HAM dalam mengusut insiden baku tembak.

"Tim bekerja, tim gabungan sudah dibentuk. Tentunya nanti rekomendasi dari tim gabungan ini akan menjadi salah satu yang kita jadikan untuk acuan dengan kebijakan-kebijakan," kata dia.

"Dipimpin langsung oleh pak Wakapolri dan Irwasum, dan diikuti teman-teman dari Kompolnas dan Komnas HAM. jadi saya kira beliau-beliau juga kredibel untuk menangani masalah ini," tambah dia. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel