DPR setujui perubahan anggaran Kementerian Pertanian

Faisal Yunianto

Komisi IV DPR RI menyetujui perubahan anggaran Kementerian Pertanian tahun 2020 dalam rapat kerja DPR dengan Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo pada Senin (17/2) malam.

"Keputusan ini sudah resmi dan disepakati bersama," kata Wakil Ketua Komisi IV DPR Budisatrio Djiwandono melalui keterangan resmi di Jakarta, Selasa.

Dalam anggaran tahun 2020, Kementerian Pertanian mendapatkan alokasi sebesar Rp21,05 triliun dari APBN.

Dalam usulan perubahan anggaran yang diajukan Kementan, sejumlah penambahan anggaran terjadi pada sektor Sekretariat Jenderal sebesar Rp25 miliar, Badan PPSDM Pertanian bertambah Rp125 miliar dan Badan Ketahanan Pangan bertambah sebesar Rp100 miliar.

Baca juga: Kementan usulkan perubahan komposisi anggaran 2020

Sementara itu, pengurangan anggaran terjadi pada Ditjen Tanaman Pangan sebesar Rp150 miliar, serta Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian sebesar Rp100 miliar.

Dengan disetujuinya usulan perubahan anggaran tersebut, anggaran Sekretariat Jenderal Kementan menjadi Rp1,88 triliun; Ditjen Tanaman Pangan Rp5,6 triliun; Ditjen Prasarana dan Sarana Pertanian Rp3,4 triliun.

Kemudian, anggaran Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian sebesar Rp1,82 triliun; dan Badan Ketahanan Pangan Rp763 miliar.

Baca juga: Banyak daerah tak sediakan anggaran pengawasan pupuk dan pestisida

Mengenai hal ini, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo mengatakan bahwa anggaran tersebut sudah sesuai dengan kebutuhan yang ada, terlebih untuk memaksimalkan kemajuan pertanian Indonesia.

"Saya kira ini sudah sesuai dengan yang kita minta. Jadi tinggal kami gunakan sebaik mungkin untuk kemajuan pertanian Indonesia," kata Syahrul.

Anggota Komisi IV DPR, TA Khalid mendukung kelembagaan Komando Strategis Pembangunan Pertanian (Kostratani) dan pusat data Agriculture War Room (AWR) yang diluncurkan oleh Menteri Pertanian pada awal Februari lalu.

Baca juga: Rapat kerja DPR-Mentan bahas rancangan anggaran 2020

TA Khalid menilai kedua terobosan ini mampu membuka ruang baru dalam menggerakkan roda ekonomi nasional.

"Pada dasarnya nilai perekonomian kita ada di sektor pertanian. Saya kira dengan program satu desa satu penyuluh kemajuan pertanian kita harus bisa terwujud," kata dia.

Baca juga: Mentan ungkap penyebab harga bawang putih tinggi, terkait distributor