DPR soal 6 TV Swasta Belum Matikan Analog: Kita Tunggu Ketegasan Menkominfo

Merdeka.com - Merdeka.com - Setelah tv analog di Jabodetabek resmi dimatikan pada, Kamis (3/11), dini hari, ternyata masih ada beberapa tv swasta yang mbalelo terhadap aturan yang sudah ditetapkan pemerintah. Tv swasta itu adalah MNC TV, RCTI, GTV, iNews, CahayaTV, dan ANTV.

Anggota DPR RI Komisi I Bobby Rizaldi mengatakan, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) sebagai instrumen negara yang melaksanakan amanat UU Cipta Kerja agar analog switch off (ASO) pada 2 November 2022 harus menjamin migrasi siaran ke tv digital berlangsung kompak.

"Maka itu, kita lihat bagaimana pelaksanaan pengawasannya, dan bagaimana ketegasan pemerintah dalam menegakan regulasi tanpa ada pengecualian," kata Bobby kepada Merdeka.com, Kamis (3/11).

Dilanjutkannya, hal ini juga harus dibarengi dengan pemerataan akses masyarakat pada tv digital. Sederhananya bantuan yang diberikan kepada masyarakat yang tidak mampu dengan memberikan set top box (STB) secara merata.

"Jangan sampai hanya satu sisi penegakkannya saja tetapi kewajiban untuk memastikan tv digital bisa diakses seluruh masyarakat terdampak," ungkap dia

Sebagaimana diketahui, pemerintah secara simbolis telah mematikan tv analog untuk wilayah Jabodetabek pada Kamis (3/11), dini hari. Namun ternyata masih ada stasiun televisi yang masih aktif menayangkan tv analog.

Berdasarkan keterangan dari Kepala Balmon Kominfo Jakarta, Rahman Baharuddin, terdapat lima stasiun televisi yang belum menaati aturan ASO di wilayah Jabodetabek.

"Empat di antaranya dari MNC Group dan satu dari ANTV," kata Rahman saat acara hitung mundur penghentian tv analog di Jakarta, semalam.

Direktur Jenderal Informasi dan Komunikasi Publik (Dirjen IKP) Kominfo, Usman Kansong, menyatakan pihaknya akan melakukan pertemuan dengan stasiun TV swasta yang tak mematuhi ASO itu.

"Sesuai arahan Menkominfo, kami akan selesaikan secara baik-baik. Kami akan bicara dengan mereka (stasiun TV swasta yang tak mematuhi ASO) untuk menyelesaikannya," ujar Usman, Kamis (3/11). [faz]