DPR soal Kericuhan di Yahukimo: Waspada Upaya Memecah Belah Papua

·Bacaan 2 menit
Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad. Foto : Andri

Liputan6.com, Jakarta Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco menyampaikan duka cita terkait kerusuhan di Yahukimo, Papua yang menewaskan 6 orang.

"Saya ucapkan prihatin atas terjadi keadaan yang tidak diinginkan di Yahukimo dan kita lihat ada 6 yang meninggal dan 1.000-an orang yang melakukan pengungsian atau evakuasi. Dengan kejadian mantan bupati yang sebenarnya ada di Jakarta dan belum jelas sebab kematiannya," kata dia kepada wartawan, Senin (4/10/2021).

Dasco meminta agar isu-isu tidak berkembang semakin liar dan memecah belah rakyat Papua. Ia mengingatkan saat ini tengah berlangsung PON di Papua.

"Mesti diwaspadai memang adanya upaya-upaya untuk memecah belah di Papua terutama dengan isu-isu yang kemudian tidak berdasar. Apalagi di sana sementara sedang diselenggarakan hajat besar yang sama-sama kita tahu, PON yang baru dibuka oleh Pak Presiden," kata dia.

Politikus Gerindra ini meminta dilakukan pendekatan persuasif untuk menetralkan keadaan di sana. Meski demikian, ia tetap meminta aparat bertindak tegas bagi para pelaku

"Pendekatan persuasif tetap diperlukan untuk menenangkan keadaan, menenangkan rakyat di sana namun kita minta aparat juga bertindak tegas apabila kemudian menemukan oknum-oknum yang tidak bertanggung jawab atau KKB yang mencoba membuat kerusuhan lebih luas di Yahukimo," kata Dasco.

Kericuhan Yahukimo

Kabid Humas Polda Papua Kombes Ahmad Musthofa Kamal menyatakan, enam orang meninggal dalam aksi kericuhan di Yahukimo, Papua. Kericuhan terjadi akibat masyarakat Suku Yali diserang kelompok masyarakat dari Suku Kimyal pada Minggu, 3 Oktober 2021

"Enam orang meninggal dan disemayamkan di RS Yahukimo. Satu di antaranya adalah pelaku," kata Kamal dalam keterangan diterima, Senin (4/10/2021).

Kamal mengatakan, korban luka 41 orang dan sudah mendapat penanganan medis di RS Yahukimo. Selain itu, untuk menjaga kondusivitas di lokasi, masyarakat ditempatkan di Polres Yahukimo sementara waktu.

"Masyarakat mengamankan diri di Polres Yahukimo diperkirakan kurang lebih 1.000 orang yang terdiri dari orang dewasa dan anak-anak," terang Kamal.

Polisi mengamankan sejumlah barang bukti dari lokasi kejadian, seperti satu unit kendaraan mini bus. Polisi juga tengah melakukan pendekatan kepada para tokoh setempat untuk melakukan penelusuran pascainsiden.

"Polisi dibantu aparat TNI, masih berjaga sambil melakukan patroli baik di tengah kota maupun pinggiran kota Dekai, agar situasi kembali kondusif," tandas Kamal.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel