DPR Soroti Bansos BLT BBM: Harus Dipikirkan Juga Cara Rakyat Tetap Produktif

Merdeka.com - Merdeka.com - Pemerintah melalui Menteri Sosial Tri Rismaharini menyalurkan Bantuan Langsung Tunai (BLT) subsidi Bahan Bakar Minyak (BBM) kepada belasan jutaan penerima manfaat. Nantinya, penyaluran akan menggandeng PT Pos Indonesia.

Komisi VI DPR RI menyoroti BLT BBM tersebut. Anggota Komisi VI DPR Deddy Yevri Sitorus menyoroti seharusnya pemerintah juga memikirkan bagaimana caranya agar rakyat bisa tetap produktif. Terlebih, dampak dua tahun Pandemi Covid-19 masih begitu terasa.

"Saya melihat pemerintah belum membuat dan mengkomunikasikan kebijakan untuk mendukung produktifitas rakyat," kata Deddy dalam keterangannya, Selasa (6/9).

Harga BBM yang baru disesuaikan itu harusnya juga diikuti dengan kebijakan mitigasi energi bagi kelompok sasaran tertentu, ujarnya.

Pemerintah harus menyalurkan subsidi BBM kepada nelayan agar tetap bisa bekerja, kepada petani yg menggunakan alat mekanik dalam proses produksinya, demikian juga pelaku usaha kecil, industri rumah tangga dan kendaraan angkutan umum dan angkutan tertentu, kata Deddy.

"Jika hal ini tidak dilakukan, maka akan sangat membebani pelaku ekonomi paling bawah, meningkatkan inflasi dan menghambat produktivitas rakyat", ungkap Deddy.

Untuk itu Anggota DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan ini meminta agar pembatasan penggunaan BBM subsidi dilakukan secara efektif agar penghematan APBN dapat dialokasikan untuk kegiatan ekonomi produktif rakyat.

Deddy berharap agar aplikasi My Pertamina diperluas secara efektif. Setta, pemerintah melalui Kementerian ESDM membuat kebijakan yang tegas untuk memastikan kebijakan pembatasan BBM bersubsidi berjalan dengan baik.

Anggota DPR RI dari Daerah Pemilihan Kalimantan Utara ini berharap agar pemerintah serius memperbaiki rantai pasok langsung BBM bersubsidi bagi rakyat yang membutuhkan.

Sembako itu untuk rakyat miskin yang kesulitan memenuhi kebutuhan pokok. Tetapi ada banyak rakyat yang sebenarnya bisa memenuhi kebutuhan pokok jika kegiatan ekonomi mereka berjalan dengan baik.

"Sekarang dengan kenaikan harga BBM tentu akan berimbas terhadap naiknya biaya produksi maupun barang konsumsi yang berdampak bagi mereka", ujar Deddy. [rhm]