DPR Tantang Calon Kapolri Hadapi FPI  

TEMPO.CO, Jakarta - Anggota Komisi Hukum dan Hak Asasi Manusia Dewan Perwakilan Rakyat, Eva Kusuma Sundari, menantang para calon Kepala Kepolisian RI untuk menangani kelompok radikal di Indonesia. Menurut dia, Kepala Polri terpilih harus mampu mengatasi masalah kekinian, seperti tekanan dari kelompok tertentu.

"Apakah ada yang berani menghadapi FPI (Front Pembela Islam)?" tantang Eva ketika dihubungi Tempo, Jumat, 26 Juli 2013. Dia sangsi Kepala Polri yang terpilih berani menghadapi kelompok radikal dan mafia hukum.

Menurut Eva, saat ini yang dibutuhkan adalah pemimpin kepolisian yang tegas terhadap kelompok yang mengganggu keamanan dan berbuat radikal kepada kelompok tertentu. Kedua, Kepala Polri baru juga harus mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Ketiga, mampu mereformasi ke internal kepolisian untuk mengubah budaya korup.

"Rekening gendut atau tidak, sulit menjadi acuan karena susah mencari calon yang bersih," ucap politikus Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ini. Dia berharap Presiden bisa memilih yang kotornya sedikit dari para calon yang buruk.

Kepala Polri Jenderal Timur Pradopo bakal pensiun Agustus nanti. Tiga kandidat disebut-sebut berpeluang besar menggantikan Timur, yakni Kepala Badan Reserse Kriminal Polri Komisaris Jenderal Sutarman, Kepala Lembaga Pendidikan dan Latihan Komisaris Jenderal Budi Gunawan, dan Kepala Kepolisian Daerah Metro Jaya Inspektur Jenderal Putut Eko Bayuseno.

SUNDARI SUDJIANTO

Topik Terhangat:

Bayi Kate Middleton | Front Pembela Islam | FPI | Bisnis Yusuf Mansur | Aksi Chelsea di GBK | Daging Sapi Impor

Baca Juga:

Ada Jin Bermain Twitter?

KPK Tangkap Pengacara Kondang

Tweet Soal FPI, Fahira Idris: Saya Bukan Jubir

Kronologi Penangkapan Anak Buah Hotma Sitompul

Anggita Sari: Saya Ibarat Pemanis di Kasus Freddy

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.