DPR Tantang Sakti Wahyu Trenggono Setop Ekspor Benih Lobster

Mohammad Arief Hidayat, Eka Permadi
·Bacaan 1 menit

VIVA – Presiden Joko Widodo hari ini melantik Sakti Wahyu Trenggono sebagai Menteri Kelautan dan Perikanan, menggantikan Edhy Prabowo yang terjerat kasus suap. Wakil Ketua Komisi IV DPR RI Dedi Mulyadi pun langsung menantang Wahyu untuk segera bekerja dan membuat terobosan.

“Hentikan ekspor benih lobster. Itu saja dulu, satu saja. Berani enggak? Saya tantang, berani enggak?” kata Dedi kepada wartawan, Rabu 23 Desember 2020.

Politikus Partai Golkar ini menolak menyampaikan apa tantangan lain bagi mantan Wakil Menteri Pertahanan di posisi barunya itu. Dia merasa cukup satu itu saja yang menjadi tantangan utama untuk Sakti sebagai Menteri KP.

Baca: Jawaban Telak Susi Usai Dituding Hashim Kebijakannya Keliru

Sakti Wahyu Trenggono menggantikan Edhy Prabowo yang ditangkap KPK dalam kasus dugaan korupsi perizinan ekspor benih lobster. Setelah dilantik Presiden, Trenggono mengaku akan melihat kembali permasalahan yang ada di Kementerian KP.

"Barangkali satu-dua bulan ke depan saya akan belanja masalah untuk mengevaluasi semua apakah yang sudah dilakukan. Mana yang baik kita lanjutkan, yang tidak baik kita hentikan. Saya kira itu saja dulu," kata Trenggono di Istana Negara, Rabu.

Menurut Trenggono, penunjukannya sebagai Menteri KP cukup mengejutkan. Maka Trenggono mengakui dia juga harus belajar banyak mengenai kelautan.

"Terus terang ini adalah berita yang cukup mengagetkan. Saya harus banyak belajar tentang laut. Kita ini adalah negara kepulauan yang daratannya lebih sedikit dibandingkan dengan kelautan," ujar lulusan ilmu Teknik Industri ITB itu.

Trenggono mengingatkan, laut Indonesia dan isinya adalah anugerah yang harus dikelola dengan baik dan bisa bermanfaat besar bagi bangsa. Karena itu dia harus membuat banyak terobosan. (ren)