DPR Ungkap Praktik Jual Beli Kamar Tahanan di Lapas: Biaya Sewa Rp1-2 Juta

Merdeka.com - Merdeka.com - Anggota Komisi III DPR RI Rano Al Fath menyoroti permasalahan kasus yang baru-baru ini di Pengadilan Negeri (PN) Kota Tangerang. Salah satunya mengenai dugaan praktik jual beli kamar tahanan di Lapas Kelas I Kota Tangerang. Rano menyebut ada biaya sewa kamar agar napi bisa tidur.

"Di Pengadilan itu terungkap bahwa ada biaya Rp5.000 per minggu untuk bisa tidur di Aula Lapas, dan ada biaya sewa kamar sebesar Rp1 juta sampai Rp2 juta. Biaya-biaya ini mungkin nanti bisa menjadi gambaran dari Pak Menteri dan Pak Dirjen Lapas bahwa memang ke depan harus sudah mulai ditertibkan tetapi dengan ditambahnya anggaran," ujar Rano saat Rapat Kerja Komisi III DPR RI dengan Menteri Hukum dan HAM RI di di Ruang Rapat Komisi III DPR RI, Senayan, Jakarta, Senin (6/6).

Rano meminta Direktorat Jenderal Pemasyarakatan (Ditjenpas) untuk memperhatikan kesejahteraan sipir dan petugas di lapas. Dia menilai, banyaknya masalah yang terjadi di lapas disinyalir karena para pegawai lapas yang belum mendapatkan kesejahteraan.

"Ini penting sekali karena kita tahu bahwa banyak sekali masalah yang ada di lapas, bahkan peredaran narkoba misalnya, atau over kapasitas. Ini mungkin juga bisa disebabkan dari para pegawai-pegawai yang belum mendapatkan kesejahteraan,” ungkapnya.

Rano mengaku bakal memperjuangkan anggaran yang diajukan Kemenkum HAM di rapat-rapat Badan Anggaran (Banggar) DPR RI mengingat banyaknya persoalan yang mesti dibenahi terutama pada lapas.

"Secara prinsip banyak terkait anggaran-anggaran yang lain tapi saya setuju bahwa harus kita perjuangkan anggaran Kementerian Hukum dan HAM ini, Insya Allah bertambah nanti di Banggar dan ini sesuai arahan Pimpinan (Komisi III DPR RI) yang ada di depan,” pungkasnya. [ray]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel