DPRD akan Mintai Keterangan Kemenag Terkait Embarkasi

Banjarmasin (ANTARA) - Komisi IV bidang kesra DPRD Kalimantan Selatan akan memintai keterangan Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) provinsi tersebut terkait embarkasi haji Banjarmasin.

"Kita akan cek kebenaran informasi terkait embarkasi haji, serta langkah selanjutnya," ujar H Asmara Yanto, anggota Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi keagamaan itu, Jumat.

Sementara pemberitaan media massa, mengungkapkan, pemerintah Arab Saudi mulai 2013, hanya akan membolehkan pesawat berbadan lebar (Air Bus) dengan kapasitas penumpang minimal 500 orang, untuk angkutan jemaah calon haji.

"Bila pemerintah Arab Saudi memberlakukan ketentuan tersebut dan tak bisa tawar menawar lagi, berati kita tak lagi sebagai embarkasi haji," kata anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Bintang Reformasi (PBR) itu.

"Karena secara teknis, bandara kita (Bandara Syamsudin Noor Banjarmasin) belum bisa didarati pewasat berbadan lebar sebagaimana disyaratkan pemerintah Arab Saudi," katanya.

Politisi PBR tersebut menyayangkan kalau sampai Banjarmasin tak lagi sebagai embarkasi haji, karena selain akan kembali merepotkan jemaah calon haji, juga bisa menambah kelelahan mereka yang mau melaksanakan rukun Islam kelima itu.

"Oleh sebab itu, kita akan mengetahui langkah-langkah perjuangan Kemenag Kalsel dalam upaya mempertahankan Banjarmasin sebagai embarkasi haji," kata Asmara Yanto.

Sementara itu, rekannya satu komisi Nasrullah AR dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) berkeyakinan, Kantor Wilayah (Kanwil) Kemenag provinsinya akan berjuang agar Banjarmasin tetap sebagai embarkasi haji.

"Tapi bagaimanapun perjuangan atau usul Kemenag Kalsel itu mungkin tak membuahkan hasil, jika apa yang disyaratkan pemerintah Arab Saudi tidak kita penuhi," kata politisi muda PPP tersebut.

"Oleh karena itu, tak ada jalan lain, kecuali kita harus segera mempercepat peningkatan dan pengembangan Bandara Syamsudin Noor agar bisa didarati pesawat jenis Air Bus," demikian Nasrullah.

Angkutan jemaah calon haji dari embarkasi Banjarmasin selama ini hanya menggunakan pesawat jenis Boeng, dengan kapasitas angkut penumpang sekitar 375 orang.

Bandara Syamsudin Noor berstatus sebagai embarkasi haji secara penuh, sejak Tahun 2006, sedangkan dua tahun sebelumnya baru semi embarkasi, dengan sistem pemberangkatan jemaah calon haji lewat Bandara Internasional Soekarno-Hatta.

Sekitar tahun 1980-an sampai awal 2000 untuk pemberangkatan jemaah calon haji asal Kalsel lewat embarkasi Balikpapan, Kalimantan Timur atau Bandara Sepinggan.

Sebelum menggunakan embarkasi Balikpapan, jemaah calon hasil asal "Bumi Perjuagan Pangeran Antasari" Kalsel lewat Bandara Juanda, dengan penampungan Asraa Haji Sukolelo Surabaya, Jawa Timur.(rr)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.