DPRD DKI akan Percepat Pembahasan Raperda Transportasi

Jakarta (ANTARA) - Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) DKI Jakarta akan mempercepat pembahasan rancangan peraturan daerah tentang tranportasi sebagai upaya untuk mendorong percepatan penuntasan permasalahan transportasi di ibukota termasuk kemacetan.

Dalam siaran pers dari Wakil Ketua DPRD sekaligus Ketua Balegda DKI Jakarta Triwisaksana yang diterima ANTARA di Jakarta, Senin, mengatakan Raperda Transportasi ini sangat luas cakupannya sehingga membutuhkan masukan dari berbagai lapisan masyarakat agar Perda nantinya tidak tambal sulam.

"Mulai soal transportasi publik, pengaturan kendaraan di jalan protokol, parkir, jalur khusus sepeda dan pedestrian akan termuat dalam Perda ini, jadi seluruh stakeholder kami harap berpartisipasi memberi masukan," katanya.

Ia mengatakan beberapa hal yang termuat dalam Raperda ini, yaitu; masalah penegakan hukum atas pelanggaran lalu lintas,

bentuk usaha transportasi yang mesti berbadan hukum tidak lagi perorangan, juga faktor keselamatan bagi pengguna sarana dan prasarana transportasi.

"Yang baru juga dalam Raperda ini adalah soal Electronic Road Pricing (ERP) sebagai salah satu faktor pengendali kemacetan," katanya.

Triwisaksana mengharapkan, di luar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU) yang diselenggarakan, masyarakat dapat memberikan masukan dan aspirasi tentang permasalahan transportasi di Jakarta kepada DPRD.

Permasalahan transportasi di Jakarta harus diselesaikan secara menyeluruh lintas sektoral dan lintas wilayah agar benar-benar dapat menyelesaikan masalah kemacetan yang akut di Jakarta, katanya.

Balegda DPRD DKI, menurut Triwisaksana, juga akan ke lapangan untuk menyerap aspirasi tersebut. Rencananya setelah menyerap masukan dari berbagai lembaga, DPRD DKI akan turun ke pemerintahan kota, pemerintahan kota/kabupaten yang berbatasan dengan DKI, serta beragam pemangku kepentingan (stakeholders) lainnya. (tp)


Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.