DPRD Jateng nilai saat ini tepat genjot perekonomian pascapandemi

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah (Jateng) Heri Pudyatmoko menyebut saat ini merupakan waktu yang tepat untuk menggenjot perekonomian, setelah dua tahun terdampak pandemi COVID-19.


"Saat ini menjadi momen yang tepat untuk mendorong peningkatan ekonomi Jateng, apalagi saat ini kasus COVID mulai melandai, dan ekonomi masyarakat mulai bergerak," kata Heri Pudyatmoko, di Semarang, Minggu.


Menurut dia, perlu ada upaya atau strategi untuk menggenjot perekonomian, di antaranya dengan mendorong berbagai potensi agar mampu menjadi penggerak ekonomi.


Dia menyebut program-program Pemprov Jateng yang bisa untuk meningkatkan pertumbuhan ekonomi tahun ini, antara lain mendorong investasi lewat berbagai terobosan mulai dari mempermudah perizinan, optimalisasi kawasan industri, meningkatkan ekspor, memajukan industri kreatif dan pertanian, serta mengembangkan sektor pariwisata.


Tugas pemerintah dalam memfasilitasi perizinan investasi, kata dia lagi, juga menjadi bagian penting, dan dalam hal ini pemerintah dapat membantu dengan mempermudah dan mempercepat proses perizinan sehingga menjadi lebih efektif, serta efisien, bukan sebaliknya.


"Maksimalkan kawasan ekonomi khusus, kawasan industri terpadu, dan beberapa kawasan industri lain untuk memfasilitasi calon investor yang akan masuk ke Jateng, baik dari dalam maupun luar negeri," ujarnya lagi.


Dengan banyaknya investor yang menanamkan modal itu diharapkan akan mendongkrak ekonomi daerah, mengurangi pengangguran, membuka lapangan pekerjaan, dan mengurangi angka kemiskinan di Jateng, katanya pula.


Selain itu, perlu ada upaya mendorong tumbuhnya industri kreatif yang identik dengan ekonomi kerakyatan dan mempunyai sektor usaha luas, apalagi sektor pertanian juga harus menjadi fokus dalam peningkatan ekonomi daerah 2022.


"Mungkin yang bisa diandalkan adalah sektor pariwisata. Sektor pariwisata terus didorong agar menjadi lokomotif pertumbuhan ekonomi Jateng. Jika COVID-19 dapat dikendalikan, maka pariwisata akan semakin tumbuh," kata Heri.


Menanggapi hal itu, Kepala Bidang Pengembangan Destinasi Pariwisata Dinas Kepemudaan, Olahraga, dan Pariwisata Provinsi Jateng Purwanto mengatakan untuk program ekonomi kreatif, pihaknya masih menunggu peraturan pelaksanaannya berupa peraturan gubernur.


Selain itu, pada anggaran 2021, diakuinya belum terlaksana pameran untuk memfasilitasi para pelaku ekonomi kreatif karena adanya pembatasan.


"Perkembangan desa wisata juga memberikan kesempatan kepada para pelaku ekonomi kreatif. Jumlah desa wisata di Jateng sudah mencapai 717 desa dan masih terus akan bertambah," ujar Purwanto.
Baca juga: Anggota DPD RI: Jateng butuh tiga poros ekonomi akselerasi pembangunan
Baca juga: Ketua Kadin: Pariwisata jadi potensi kebangkitan ekonomi Jateng

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel