DPRD Jawa Barat: Mudik Dilarang Wisata Dibuka Buat Masyarakat Dilema

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kebijakan pemerintah melarang masyarakat mudik agar tak terjadi lonjakan kasus positif COVID-19 pada musim lebaran Idul Fitri 1442 Hijriah namun membuka wisata liburan dengan alasan sebagai cara pemulihan terdampak pandemi dinilai membuat dilema masyarakat.

"Ini dilema: vaksin disegerakan ekonomi bangkit, liburan boleh; mudik tidak boleh. Ini kan dilema," kata Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ineu Purwadewi Sundari dalam Diskusi Bersama Wakil Rakyat Jabar bertajuk “Evaluasi Pasca Mudik Lebaran 2021 Optimalisasi Tracing Pemudik dan Tracing Penyebaran COVID-19 bagi Pemudik yang Lolos Penyekatan” di Kota Bandung, Jumat, 21 Mei 2021.

Ineu mengakui, kebijakan itu membuat dilema tidak hanya pada orang lain, melainkan keluarganya. Menurutnya, pandemi yang menyerang Indonesia hampir dua tahun ini berdampak terhentinya kegiatan rutin seperti sekolah. Akibatnya, dengan adanya kebijakan wisata dibuka namun mudik dilarang menjadi godaan bagi keluarga untuk berwisata.

Ineu menuturkan, banyaknya warga yang tidak mudik di Jawa Barat sekaligus memicu potensi lonjakan kerumunan di kawasan wisata. Menurutnya, jika dicontohkan sebagian besar warga Bandung 90 persen tidak mudik, maka akan menikmati masa libur mereka untuk berwisata.

"Yang viral di Pangandaran dan Ciwideuy, bagi keluarga ini jadi kesempatan terbaik, tapi ini yang harus ditunda. Ini untuk kebaikan," katanya.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel