DPRD minta Dinkes DKI percepat cakupan vaksinasi penguat

Wakil Ketua Komisi E DPRD DKI Jakarta Anggara Wicitra Sastroamidjojo meminta Dinas Kesehatan (Dinkes) DKI Jakarta untuk mengambil langkah strategis dengan meningkatkan cakupan vaksinasi penguat (booster) untuk menekan angka kasus COVID-19.

"Cakupan vaksinasi booster harus dikejar, kita sudah hampir satu tahun menjalankan vaksinasi ini, tapi cakupannya baru 60-70 persen," tutur Anggara dalam keterangan di Jakarta, Kamis.

Pasalnya, kata Anggara, dalam beberapa hari terakhir, terdapat peningkatan kasus COVID-19 di Jakarta yang cukup signifikan.

"Ini sudah jadi alarm bagi kita. Lonjakan kasus di DKI Jakarta seminggu terakhir cukup signifikan, mencapai angka 38 persen. Saya minta Pemprov DKI tidak lengah dan segera ambil langkah intervensi," kata Anggara.

Anggara menekankan Dinkes DKI Jakarta harus siaga dalam menjaga ritme penanganan COVID-19 di Ibu Kota.

"Artinya kalau mulai ada kenaikan kasus, harus bergerak mengambil langkah-langkah tertentu baik dalam kebijakan penanganan. Jangan tunggu kasus meledak baru kelimpungan merumuskan kebijakan," tutur Anggara.

Sebelumnya, Kepala Dinkes DKI Jakarta Widyastuti mengatakan, kasus COVID-19 di Ibu Kota masih terkendali meski terjadi kenaikan belakangan ini.

"Ya poinnya terkendali sudah. Kan kasus naik itu dari start-nya berapa? Kan start-nya juga kecil. Bandingannya yang ratusan ribu pada sebelum-sebelumnya," ujar Widyastuti di Jakarta, Selasa (1/11).

Widyastuti juga mengaku belum menghitung kasus COVID-19 varian baru, yakni varian XBB.

Menurut dia, apapun varian yang tengah merebak, penanggulangannya tetap sama.

"Apa pun variannya penanggulangannya tetap, vaksinasi dan protokol kesehatan," kata Widyastuti.

Dari informasi yang diungkapkan akun Instagram @dokteralumnismandel pada Minggu (30/10), dalam beberapa hari terakhir, kasus COVID-19 menunjukkan peningkatan di mana per tanggal 30 Oktober 2022, angka positivity rate naik empat persen dari pekan sebelumnya.

Kasus positif COVID-19 juga naik 38 persen dari pekan sebelumnya, dan kematian naik 56 persen dari pekan sebelumnya, kemudian varian XBB juga disebut sudah ditemukan lima kasus di Jakarta.

Baca juga: Sudinkes Jakbar hentikan sementara vaksinasi COVID-19 di kecamatan
Baca juga: Penambahan kasus COVID-19 terbanyak di DKI Jakarta
Baca juga: Pemkot Jakbar imbau warga taati prokes di tengah stok vaksin menipis