DPRD Natuna minta pemerintah turunkan harga tiket pesawat

DPRD Natuna minta Pemerintah Kabupaten Natuna mendesak Pemerintah Pusat menurunkan harga tiket pesawat dari dan ke Natuna agar dapat menyentuh masyarakat ekonomi menengah bawah.

"Kami mendorong pemerintah daerah memperjuangkan harga tiket pesawat murah agar bisa menjangkau masyarakat ekonomi menengah ke bawah," kata Ketua Komisi II DPRD Natuna Marzuki di Natuna, Kepulauan Riau, Senin.

Ia menilai, "Harga tiket pesawat saat ini memberatkan warga Natuna dengan kisaran harga tertinggi Jakarta -- Natuna Rp4,9 juta dan harga terendah Rp3,7 juta."

Harga tiket berubah-ubah, jika satu hari ada dua penerbangan dari dan ke Natuna harga tiket bisa sedikit murah, tetapi jika sehari hanya satu penerbangan maka ditetapkan harga tertingg.

Ia juga mengakui harga tiket di semua wilayah di Indonesia ada kenaikan, namun di Natuna naik turun.

Baca juga: Pengamat: maskapai optimalkan utilisasi pesawat untuk menekan biaya

Karena itu, kata dia, penambahan layanan penerbangan harus dilakukan agar ada persaingan harga.

"Kita mengetahui pihak maskapai pastinya sudah memahami betul batas harga yang ditetapkan oleh pemerintah, tetapi perlu juga mempertimbangkan bahwa jika tiket murah maka akan banyak masyarakat bisa menikmati layanan transportasi udara," kata dia.

Jika pihak maskapai beralasan pengguna layanan di Natuna sedikit, menurut dia, tentu ada penyebabnya. Warga menengah ke bawah selama ini hanya bisa menjangkau transportasi laut, tetapi jika harga tiket pesawat murah maka akan banyak warga menggunakan pesawat.

Oleh karena itu, ia berharap ada solusi terbaik menyusul rencana pertemuan pihak Bandar Udara Natuna, TNI AU, Pemerintah Kabupaten Natuna, maskapai, dan DPRD, yang direncanakan pada Selasa (21/6) di Ranai.

Baca juga: Sandi upayakan tambahan penerbangan ke RI agar harga tiket terjangkau

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel