DPRD Sulsel dorong vaksinasi massal cegah penularan PMK

Wakil Ketua Komisi B DPRD Provinsi Sulawesi Selatan, Syamsuddin Karlos mendorong Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Pemprov Sulsel segera melaksanakan vaksinasi massal bagi hewan ternak guna mencegah penularan virus Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) yang bisa meluas secara massif.

"Data disampaikan, dari 1.241.651 juta hewan ternak di Sulsel, sudah hampir 7.000-an ekor terpapar PMK, bahkan ada yang mati begitu saja. Sudah saya sampaikan ke dinas supaya tutup jalur masuknya hewan, tapi tidak konsisten," ungkap Syamsuddin di Makassar, Kamis.

Baca juga: Bantul sosialisasikan kegunaan eco enzyme untuk pencegahan PMK ternak

Dengan melihat data laporan Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan itu sejak virus PMK masuk di Sulsel, pihaknya mendorong Pemprov segera mengambil langkah tegas dengan melakukan pengobatan hewan sekaligus vaksinasi massal demi mencegah penularan virus PMK itu ke lebih banyak hewan.

"Saya sudah sampaikan, vaksinasi di perbanyak agar bisa menekan penularan. Bisa dibayangkan kalau PMK ini menjamur di Sulsel maka harga daging naik bahkan bisa langka di pasaran karena tidak ada ketersediaan stok," beber legislator dari Fraksi PAN ini.

Baca juga: Kemenko PMK ajak masyarakat berperan aktif cegah penyebaran COVID-19

Pria disapa akrab Karlos ini juga menyarankan kepada dinas terkait agar terus melakukan sosialisasi, edukasi dan membuka komunikasi dengan masyarakat baik dari segi pencegahan maupun menemukan hewan ternak terjangkit PMK segara dilaporkan untuk diberi pengobatan maupun dimusnahkan.

"Hewan yang terkena PMK bila tidak bisa tertolong, maka dimusnahkan dan itu harus zero (nol). Sebab, bila dibiarkan maka akan berdampak ekonomi di masyarakat. Virus PMK ini tidak boleh dipandang sepele, pemerintah harus benar-benar turun tangan," tuturnya menyarankan.

Baca juga: Pemerintah impor 14 juta dosis vaksin PMK cegah penularan lebih luas

Ia mengemukakan, penyebaran virus ini bukan hanya dari air liur, tapi juga bisa melalui udara. Apabila satu hewan ternak terjangkit, maka secara cepat menulari hewan lainnya. Maka dari itu penanganan-nya harus diperhatikan secara serius.

Berdasarkan data untuk vaksinasi ternak, dari 1.241.651 hewan di Sulsel baru sekitar 10 persen divaksin. Untuk itu, petugas di lapangan mesti bekerja serius mengantisipasi penyebaran PMK khususnya daerah sebaran kabupaten/kota maupun provinsi.

Baca juga: DKI gencarkan vaksinasi hewan untuk cegah PMK

Sebelumnya, Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (PKH) Sulsel Nurlina Saking mengatakan, Pemprov Sulsel mendapat tambahan 200 ribu dosis vaksin untuk penanganan PMK. Vaksin itu didistribusikan ke daerah yang membutuhkan.

"Akan dikirim dalam waktu dekat. Kita sudah siap mendistribusikan ke kabupaten/kota dengan proporsi populasi terancam," ujarnya.

Sedangkan bantuan 115 ribu dosis vaksin PMK yang telah diterima sebelumnya, ia menyatakan sudah mengirimkan ke seluruhnya ke daerah-daerah yang terjangkit penyakit itu bahkan turut membantu vaksinasi ke hewan ternak.

Baca juga: Satgas: Cegah PMK dengan pengetatan lalu lintas ternak