DPRD Sulsel Serahkan BPK Audit Kapolda Sulselbar

Laporan Wartawan Tribun Timur, Ilham

TRIBUNNEWS.COM, MAKASSAR - Ketua Komisi A DPRD Sulsel, Ajeip Padindang yang membidangi pemerintahan menyerahkan sepenuhnya kepada Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) untuk mengaudit Kapolda Sulselbar Irjen Polisi Mudji Waluyo terkait dana pengamanan Pilgub Sulsel 2013 Rp 38,9 Miliar.

"Bukan DPRD yang audit, penggunaan dana APBD diaudit oleh Badan Pemeriksa Keuangan atau BPK dan Inspektorat Provinsi," kata legislator Partai Golkar Sulsel ini kepada Tribun Timur (Tribun Network), Selasa (12/2/2013).

Sementara, mantan Ketua Perhimpunan Bantuan Hukum dan HAM Indonesia (PBHI), Syamsuddin Radjab meminta Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) menangani kasus dugaan korupsi Mudji Waluyo dari Rp 38,9 M.

Advokat yang juga mantan Pengurus Besar (PB) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) ini mengatakan, sesuai laporan yang ia terima, Mudji Waluyo diduga korupsi dana pengamanan tersebut Rp 9,6 miliar.

"Kapolda diduga kuat ada korupsi miliaran maka KPK wajib tangani dana pengamanan Pilgub ini, harus pihak independen yang tangani dugaan korupsi Mudji ini," kata Syamsuddin kepada Tribun Timur, Selasa (12/2/2013).

Menurut Syamsuddin, dugaan korupsi Mudji terkait pascalaporan yang ia terima beberapa waktu lalu bahwa, Polres Bulukumba pernah mengajukan anggaran pengamanan senilai Rp 1,2 miliar. Tetapi, ungkap Syamsuddin, yang disetujui Mudji Waluyo hanya Rp 800 juta.

"Jadi katakanlah 24 kab/kota dengan selisih Rp 400 juta berarti sekitar Rp 9,6 miliar yang tidak jelas penggunaannya. Jangan sampai kapolda Mudji di-Sisno-kan juga dalam kasus korupsi Pilgub Jabar," tutur Syamsuddin.

Menurut Syamsuddin, Kapolda tidak hanya diduga berpihak ke Incumbent Syahrul-Agus (Sayang) terkait tindakan diskriminatif dalam penanganan perkara kasus Bupati Wajo Burhanuddin Unru menganiaya warganya, kasus Bupati Bulukumba Zainuddin Hasan selaku komando relawan Sayang versus Andi Muttamar serta penyerangan ke Posko IA di Makassar.

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.