DPRD Tangerang akan panggil pengelola Kawasan Industri Millenium

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, Banten akan memanggil pengelola Kawasan Industri Millenium dan Dinas terkait untuk melakukan dengar pendapat atas terjadinya tanah longsor di Desa Peusar, Kecamatan Panongan pada beberapa pekan lalu.

"Tentu atas adanya bencana longsor di Kampung Sempur, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, ini menjadi perhatian kami. Dan ini bukan hanya sekedar bencana biasa, tetapi ada faktor lain dari pembangunan industri yang dilakukan Kawasan Millenium. Makanya kami akan memanggil semua pihak baik itu pengelola maupun dinas terkait," ucap Anggota Komisi IV DPRD Kabupaten Tangerang, Deden Umar Dani usai melakukan Sidak ke lokasi longsor di Tangerang, Senin.

Ia mengatakan dalam pemanggilan tersebut pihaknya akan menjadwalkan melalui pengiriman surat kepada pimpinan DPRD Kabupaten Tangerang untuk melakukan dengar pendapat bersama pengelola kawasan industri dan dinas terkait dalam mengatasi musibah tanah bergerak atau longsor yang menimpa warga setempat.

"Nanti kami akan menghadap pimpinan untuk segera melakukan penjadwalan untuk memanggil pihak terkait dalam upaya menanyakan penanganan bencana longsor ini," katanya.

Baca juga: Enam bangunan rusak-jalan desa terputus akibat longsor di Tangerang

Baca juga: Satu pekerja tewas tertimbun longsor di proyek galian PDAM Tangerang

Menurut dia, dari hasil pantauan di lokasi terdapat beberapa temuan yang diduga menjadi faktor terjadinya bencana tanah longsor pada permukiman warga tersebut, diantaranya seperti adanya proses pembangunan yang dilakukan pihak kawasan.

Oleh sebab itu, upaya dengar pendapat atau pemberian keterangan yang akan dilakukan itu bisa mengetahui apakah kejadian itu murni musibah akibat bencana alam atau terjadi karena kelalaian pengembang.

"Setelah melihat kondisi, ada beberapa bagian yang dilakukan pembangunan oleh kawasan industri terhadap bencana yang terjadi ini. Dan ini menyangkut keselamatan warga, kemudian disini juga ada aset pemerintah yang terdampak," ungkapnya.

Selain itu, ia juga mengungkapkan, dalam kondisi seperti ini peran Pemerintah Kabupaten Tangerang belum terlihat melakukan langkah-langkah penanganan terhadap para korban yang terdampak musibah longsor tersebut.

"Jangan hanya selesai memberikan tempat tidur saja, tetapi seharusnya pemerintah memikirkan penanganan rumah yang hancur, kemudian bagaimana penanganan kehidupan warga yang tidak normal karena musibah ini," tutur dia.

Sebelumnya, sebanyak enam unit rumah rusak berat dan akses jalan terputus di Kampung Sempur, Desa Peusar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang, Banten akibat terdampak tanah bergerak atau longsor yang disebabkan intensitas hujan lebat sejak beberapa pekan lalu.

"Untuk bangunan yang terdampak ada enam unit, empat rumah warga, mushola satu, dan kontrakan satu. Bahkan kalau untuk kontrakan itu dan rumah warga mengalami kerusakan berat," kata Sekretaris Desa (Sekdes) Peusar, Aji Suparja di Tangerang, Selasa (1/11).

Ia menerangkan, untuk kronologis peristiwa terjadinya bencana longsor ini bermula dari hujan lebat yang mengguyur wilayah Panongan khususnya di Desa Peusar pada 8 Oktober 2022. Hal itu pun mengakibatkan tebing setinggi 10 meter yang berbatasan langsung dengan Kawasan Industri Millenium tersebut longsor, sehingga enam bangunan milik warga dan akses jalan desa setempat mengalami kerusakan cukup parah.

"Memang sejak tanggal 22 September 2022 itu, sudah terjadi pergeseran tanah di permukiman warga. Kemudian pada Oktober terjadi hujan deras dan mengakibatkan longsor yang berdampak pada rumah dan akses jalan warga itu," ucapnya.

Dalam musibah tersebut tidak ada korban jiwa, namun sejumlah warga mengalami kerugian cukup besar atas kerusakan bangunan yang dialaminya.

"Alhamdulillah, dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Hanya saja mungkin warga mengalami kerugian material cukup besar," katanya.

Ia juga mengungkapkan, untuk kondisi akses jalan penghubung antara Desa Peusar menuju Desa Ciakar, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang itu saat ini terputus total akibat amblasnya badan jalan tersebut.

"Untuk kondisi sekarang akses jalan sudah tidak bisa dipakai, karena putus total. Jangankan mobil, motor saja ga bisa lewat. Kemudian warga yang terdampak saat ini sudah di relokasi ke tempat aman," ungkapnya.*

Baca juga: Sungai tertimbun longsor, Perumahan Nerada Tangerang Selatan banjir

Baca juga: Astra Tol Tangerang-Merak siagakan bantuan bagi korban tsunami