Dr. Boyke: Wanita Lebih Suka Pria yang Disunat, Ini Alasannya

Tasya Paramitha, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Sirkumsisi atau lebih dikenal dengan sunat, memiliki banyak manfaat untuk kesehatan. Mulai dari menurunkan risiko infeksi saluran kemih, risiko penyakit menular seksual, melindungi dari risiko kanker prostat dan kanker serviks, serta masih banyak lagi.

Bahkan, dalam ajaran agama Islam, melakukan sunat atau khitan sangat dianjurkan. Tapi ternyata, manfaat sunat tidak berhenti sampai di situ saja lho.

Seksolog sekaligus praktisi kesehatan seksual, dr. H. Boyke Dian Nugraha, SpOG MARS, atau akrab disapa dr. Boyke, mengungkap, ternyata banyak sekali wanita yang menginginkan pasangannya disirkumsisi. Apa alasannya?

"Pertama mereka mendapatkan informasi bahwa risiko terkena kanker mulut rahim menurun. Karena setelah diteliti pada pria-pria yang tidak disirkumsisi, didapatkan pada sperma terdapat virus HPV, kotoran-kotoran, bakteri dan virus lainnya," ujarnya saat webinar bertajuk Menelisik Sunat Bagi Pria Dewasa yang digelar Forum Jurnalis Online (FJO) dan Hotel Aston, Kamis, 8 April 2021.

Dan yang lebih ditakutkan menurut dr.Boyke adalah, ada kuman atau bakteri E. Coli, yang dapat mengakibatkan infeksi saluran kencing, kegagalan ginjal, bahkan sampai kematian.

"Lalu infeksi HIV/AIDS. Dilakukan penelitian di tiga negara, yaitu Uganda, Afrika Selatan dan India. Hasilnya, di Uganda sekitar 70 persen lebih rendah angka kejadian terinfeksi HIV/AIDS setelah disirkumsisi dibandingkan yang tidak melakukan sirkumsisi. Yang satu lagi 60 persen dan satu negara lagi 50 persen," kata dia.

Dr. Boyke menyimpulkan, hal tersebut berarti sirkumsisi atau sunat memang terbukti dapat menjadi salah satu cara untuk mengindikasikan kebersihan dan kesehatan organ vital.

"Jadi, bukan atas indikasi fungsi seksual. Meskipun ada beberapa wanita di negara-negara, mereka lebih menyukai pria yang disirkum. Mereka mengatakan, sebagian besar lebih menyukai yang disirkumsisi, karena bentuknya artistik seperti jamur tidak ditutup-tutupi," ungkap dr. Boyke.