dr. Reisa Broto Asmoro Nyatakan Semua Vaksin Dijamin Aman

·Bacaan 2 menit

Fimela.com, Jakarta Demi menciptakan kekebalan kelompok atau herd immunity, program vaksinasi Covid-19 terus didorong oleh pemerintah. Berdasarkan survei COVID-19 World Symptoms yang dilakukan oleh University of Maryland pada Januari hingga Maret 2021, dikatakan bahwa sebanyak 80,8 persen responden bersedia menerima vaksin.

Namun, kekhawatiran menerima efek samping dari imunisasi dan munculnya beragam brand dari vaksin Covid-19 membuat masyarakat ragu menerima vaksin. Apalagi, belakangan ini masyarakat dibuat resah setelah beredar kabar tentang orang yang meninggal setelah mendapat vaksin AstraZeneca.

Meskipun belum jelas penyebab pastinya, BPOM yang menarik edar vaksin tersebut membuat masyarakat mempertanyakan keamanan vaksin yang akan mereka terima. Melihat fenomena tersebut, dr. Reisa Broto Asmoro, Juru Bicara Vaksinasi COVID-19 Tingkat Pusat & Duta Adaptasi Kebiasaan Baru (AKB) mengklaim bahwa vaksin AstraZeneca aman digunakan.

Dia menegaskan, semua vaksin yang masuk ke Indonesia seperti Sinovac, Sinopharm, dan AstraZeneca sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EAU), melalui uji klinis yang berlapis, dan memenuhi standar efikasi Badan Kesehatan Dunia (WHO) yaitu di atas 50%.

"Oleh karena itu masyarakat tak perlu pilih-pilih merek vaksin Covid-19,” terang dia dalam webinar yang diselenggarakan Jumat (21/05/2021).

Reisa menambahkan, seluruh vaksin Covid-19 yang ada di Indonesia sudah berdasarkan rekomendasi para ahli imunisasi. Sehingga tak perlu diragukan lagi keamanan, mutu dan khasiatnya.

Tak perlu ditakuti, efek samping vaksin wajar terjadi

dr. Reisa Broto Asmoro menegaskan semua vaksin yang masuk ke Indonesia sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EAU) dan memenuhi standar WHO. (Foto:Unsplash.com/Hakan Nural).
dr. Reisa Broto Asmoro menegaskan semua vaksin yang masuk ke Indonesia sudah mendapatkan Emergency Use Authorization (EAU) dan memenuhi standar WHO. (Foto:Unsplash.com/Hakan Nural).

dr. Erlina Burhan, Dokter Spesialis Pulmonologi dan Kedokteran Respirasi (Paru) menegaskan efek samping vaksin merupakan hal yang wajar terjadi. Erlina mengatakan dalam uji klinis, kebanyakan efek samping bersifat ringan hingga sedang dan hilang dalam beberapa hari.

Umumnya, efek samping yang kerap muncul dalam uji klinis vaksin Covid-19 AstraZeneca adalah nyeri, gatal pada bagian tubuh yang disuntik, rasa tidak sehat dan tidak enak badan, rasa lelah, menggigil, nyeri kepala, mual, hingga nyeri sendi atau otot.

“Semua vaksin yang beredar sudah melewati standar WHO. Jadi, vaksin tersebut aman dan memiliki kemampuan dalam mencegah penularan dan manifestasi Covid-19. Semakin banyak tervaksin, maka semakin menekan penularan Covid-19.” paparnya.

Melihat keadaan yang darurat baik di Indonesia maupun di dunia, Reisa menghimbau agar masyarakat mau menerima vaksin apapun mereknya. “Menerima vaksin apapun mereknya adalah upaya terbaik demi menyelamatkan diri sendiri, keluarga dan orang lain,” tutur dia.

“Dengan menerima vaksin Covid-19 dosis lengkap, tubuh Anda akan tiga kali lebih kuat proteksinya dalam melawan virus penyakit dibandingkan mereka yang tidak divaksin. Ini akan membantu dalam proses percepatan penyelesaian pandemi.” pungkasnya.

Saksikan video menarik setelah ini

#Elevate Women

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel