Dr Zaidul Akbar: Cukup Lakukan Ini, Otak Cerdas Penyakit Berat Sembuh

·Bacaan 2 menit

VIVA – Mengobati penyakit dengan cara medis memang diharuskan. Namun, kekuatan doa atau yang berhubungan dengan hal-hal spiritual juga tidak kalah penting dilakukan.

Itulah kesimpulan yang diungkapkan oleh dokter sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar. Dalam sebuah video, dia turut mengungkap cara mengobati penyakit berat. Bagaimana caranya?

"Kalau kita sekarang mau ngobatin orang-orang yang punya penyakit berat, mungkin kaya kanker segala macem. Itu yang pertama kali kita sampaikan kepada dia adalah, ajak dia untuk bertaubat, ajak dia untuk beristighfar, ajak dia untuk berzikir, ajak dia untuk dekat dengan Alquran. Itu obatnya dulu," ujarnya dalam video yang diunggah di Youtube Bamol TV, dikutip VIVA, Rabu 2 Juni 2021.

Zaidul lebih lanjut mengatakan, dunia Barat tidak mengenal cara pengobatan seperti itu. Yang mereka kenal hanyalah meditasi. Lalu, dia menceritakan sebuah penelitian yang mengungkap tentang keajaiban berzikir dan meditasi.

"Tadi saya lihat satu penelitian dalam satu agama yang diteliti orangnya bermeditasi lalu dilihat pake brain scan atau CT scan. Ternyata, orang-orang yang berzikir atau bermeditasi ala agama tersebut itu, bagian-bagian otaknya ada yang bersinar-sinar merah," lanjut dia.

"Bayangkan kalau kita (lakukan) setiap hari. Pagi, siang, malam, kalau Muslim membiasakan dengan seperti ini (zikir) betapa cerdasnya kita. Dekat dengan Alquran," sambung dia.

Menurut Zaidul Akbar, jika kita membiasakan diri untuk membaca Alquran, tidak hanya akan mencerdaskan otak, tapi juga dapat mengobati penyakit berat yang kita derita.

"Karena Alquran itu adalah sebaik-baiknya zikir. Maksudnya, banyak hikmah yang kita dapatkan dari Alquran. Dan orang yang dekat dengan Alquran, tidak akan mungkin banyak penyakit-penyakit yang berat. Karena hatinya pasti terjaga," pungkas dia.

Dokter itu juga menyatakan, orang-orang yang dekat dengan Alquran, maka kitab suci agama Islam itu akan menjadi juru bicaranya dalam segala aspek kehidupan. Apa maksudnya?

"Ketika dia makan dia pikir dulu. Yang saya makan ini halal enggak? Thayyib enggak? Berlebihan enggak? Mikir dia," ungkapnya.

"Jadi, kalau kita sudah mengerti konsep-konsep seperti ini, maka kembalilah kepada Alquran, dan kembalilah kepada Nabi SAW," kata dr. Zaidul Akbar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel