dr Zaidul Akbar: Hati-hati yang Suka Makan Bakso

·Bacaan 2 menit

VIVA – Dokter sekaligus pendakwah, dokter Zaidul Akbar mengungkap hal mengejutkan mengenai kuliner bakso yang banyak digemari orang Indonesia. Dia mengungkap, makanan sejenis bakso, mi ayam dan lain-lain, dapat mempersulit untuk memperoleh keturunan.

"Saya kadang prihatin lihat ibu-ibu atau mbak-mbak, di pinggir jalan makan bakso, mi ayam, segala macem. Dia gak sadar, kalau dia rutinkan kaya begitu terus-menerus susah punya keturunan. Karena apa? Karena banyak masalah di makanan tadi," ujar dr Zaidul Akbar dalam sebuah video yang diunggah di YouTube Sehat Sunnah dikutip VIVA, Rabu 28 Juli 2021.

Lebih lanjut, dokter Zaidul membahas mengenai wanita yang menstruasinya kerap bermasalah. Lagi-lagi, hal itu berasal dari makanan yang kita konsumsi sehari-hari.

"Bagi Anda yang saat ini khususnya wanita yang mensnya bermasalah. Mens bermasalah itu ada tiga. Pertama nyeri yang berlebihan, kedua waktu yang lama, yang ketiga darahnya berlebihan. Jadi kalau sudah tiga indikator mens ini terjadi, maka coba cek list makanannya apa yang dimakan tiap hari. Pasti ada yang bikin ususnya bermasalah," ungkap dia.

Menurut Zaidul, semua masalah kesehatan yang terjadi pada kita berasal dari usus. Sebab, 80 persen sistem imun kita, dibuat di usus.

"Jadi jangan nyampah lagi lah. Dan jangan berpikir nanti kalau saya gak makan mi ayam, bakso, cireng, cilok, segala macem, nanti pedagangnya gimana. Kalau gak ada lagi yang beli, nanti dia akan berubah jadi penjual buah potong. Karena ada demand kan," terang dia.

Penggagas buku Jurus Sehat Rasulullah itu memperbolehkan jika kita mengonsumsinya hanya sesekali dan tidak terlalu sering. Dan porsinya, harus lebih banyak kebiasaan sehatnya.

"Kalau Anda tanya, dokter makan lontong padang gak? Makan, tapi gak banyak. Saya kadang-kadang makan, tapi gak banyak. Dan yang menjadi etalase kan badan kita. Jadi kita mau sesehat apapun, kelihatan gemuk, sehat, gak fit segala macem kan kelihatan. Sekali-sekali silakan, sedikit-sedikit silakan, tapi 80 persen habit-nya kita, lebih banyak habit yang sehat," tuturnya.

Zaidul mengingatkan, apa yang kita konsumsi akan membentuk gen. Jadi, jika kita sering mendengar kalimat perbaikan gizi, menurut Zaidul, yang benar adalah perbaikan gen.

"Jadi kalau mau hidup jauh lebih baik, maka mulai sekarang benerin gennya. Gen itu bisa diperbaiki dengan makanan-makanan, sayur dan buah terutama, yang mengandung antioksidan tinggi. Maka, makanlah beraneka ragam buah beraneka warna. Makanya ada istilah good food is good mood. Jadi, kalau mau dapatkan mood yang baik, maka benerin makanannya," kata dia.

Terlebih, Zaidul menyebut jika wanita adalah 'makhuk hormon'. Sehingga apa yang dimakan, turut memengaruhi mood atau suasana hati.

"Kalau sudah tahu makhluk hormon, jangan nyampah lagi. Sebab apa, makanan yang Anda makan tidak memberikan asupan mood, which is itu enzim atau mineral, dia bisa bikin mood swing. Naik turun mood-nya," imbuhnya.

"Dan beberapa yang saya perhatikan jamaah-jamaah saya, mereka menyampaikan bahwa biasanya ketika menjelang mens atau PMS, itu mereka sampaikan sering banget baperan. Tapi ketika diubah pola makannya itu hilang. Nyeri hilang, mood swing hilang, banyak banget yang hilang," tutup dr. Zaidul Akbar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel