Dr Zaidul Akbar: Pagi Hari Bukan Waktu yang Tepat Buat Makan

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kita disarankan untuk tidak melewatkan sarapan di pagi hari. Karena makan di pagi hari, dapat memberikan kita energi untuk menjalankan aktivitas agar tidak lemas.

Lebih dari itu, sarapan bahkan disebut-sebut dapat melindungi tubuh dari penyakit, membuat kita jadi lebih fokus, membantu menurunkan berat badan, dan memberi nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh.

Dengan manfaatnya yang begitu kompleks, tak sedikit yang menyarankan untuk banyak makan pada waktu sarapan. Namun, pernyataan ini berbanding terbalik dengan yang diungkapkan oleh dokter sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar.

Menurut penggagas Jurus Sehat Rasulullah itu, pagi hari bukan waktu yang tepat untuk banyak-banyak makan. Apa alasannya?

"Karena memang secara pergerakan hormon, hormon ghrelin namanya, ada hormon lapar. Pagi-pagi itu waktu di mana hormon ghrelin kita lagi rendah-rendahnya," kata dia dalam sebuah video yang diunggah di Instagram @jurussehatrasulullah_, dikutip VIVA, Senin, 31 Mei 2021.

Lebih lanjut dokter Zaidul menjelaskan, ketika hormon ghrelin sedang rendah-rendahnya lalu kita makan sesuatu, sementara hormonnya tidak banyak, maka ini bukan waktu yang tepat untuk mengonsumsi makanan.

"Kalau lagi rendah-rendahnya makan, waktu hormonnya tidak banyak, bukan waktu yang tepat," terang dia.

Terlebih, pagi hari adalah adalah waktu di mana kita sedang 'buang-buangan'.

"Kalau sedang buang-buangan jangan ganggu proses itu. Itu yang pertama," kata dia.

Yang kedua, jika ingin membantu proses pembuangan di pagi hari, Zaidul menyarankan untuk mengonsumsi air putih saja.

"Atau kalau enggak, makan buah, sayur. Itu lebih baik," ungkap dr. Zaidul Akbar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel