dr. Zaidul Akbar: Penderita Stroke, Diabetes Rutinkan Minum Ini

·Bacaan 1 menit

VIVA – Jika mendengar tentang kelapa, pasti yang terbersit di pikiran kamu adalah air kelapa muda. Rasanya yang menyegarkan mampu menghilangkan dahaga. Ditambah lagi, air kelapa muda memiliki segudang manfaat untuk kesehatan.

Ya, dibanding air kelapa muda, air kelapa tua sama sekali tidak memiliki pamor. Seringkali air kelapa tua dibuang, ketika orang-orang ingin memanfaatkan daging kelapanya untuk dijadikan santan.

Rasa air kelapa tua memang tak seenak air kelapa muda. Air kelapa tua cenderung lebih hambar, berbeda dengan air kelapa muda yang lebih manis dan menyegarkan.

Tapi jangan salah, air kelapa tua yang seringkali diabaikan ini ternyata memiliki manfaat dahsyat lho. Terutama bagi orang-orang yang menderita penyakit degeneratif, seperti penyakit jantung, stroke, hipertensi, diabetes, kanker, dan lain sebagainya.

Melalui sebuah tayangan video, dokter sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar, turut mengungkap kedahsyatan air kelapa tua dalam membantu memerangi penyakit degeneratif.

"Bahasa kerennya kalo orang-orang Barat bilang coconut milk. Tapi airnya dia (kelapa), saya Alhamdulillah dapat info baru juga tentang dahsyatnya air kelapa tua," ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram @dokterzaidulakbar, dikutip VIVA, Jumat 23 Juli 2021.

Lebih lanjut dokter Zaidul menyatakan, air kelapa tua sangat bagus dikonsumsi oleh para penderita penyakit degeneratif.

"Jadi, air kelapa tua itu untuk orang-orang yang berpenyakit degeneratif, seperti stroke, darah tinggi, kencing manis, itu bagus sekali air kelapa tua," ujar dia.

Zaidul menerangkan, kandungan mikronutrien yang terdapat pada air kelapa tua ternyata berbeda dengan yang ada pada air kelapa muda.

"Karena mikronutrien dia ada beda. Dia lebih berperan untuk menyuplai nutrisi lebih baik dibandingkan sama kelapa muda," tutur dr. Zaidul Akbar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel