dr Zaidul Akbar: Pola Makan 3 Kali Sehari Itu Keliru

·Bacaan 2 menit

VIVA – Kesehatan tubuh dapat terjaga salah satu faktornya karena apa yang kita makan sehari-hari. Jika yang dikosumsi baik, maka akan baik pula tubuh kita. Pun sebaliknya, jika kita membiasakan diri mengonsumsi makanan tidak sehat, maka hal itu akan berdampak pada tubuh kita sendiri.

Pada akhirnya, jika dibiarkan terus-menerus akan menjadi penyakit di dalam tubuh. Antara lain, obesitas, diabetes, hipertensi, penyakit jantung, kanker, autoimun, dan masih banyak lagi.

Jika sudah mengidap penyakit-penyakit tersebut, kita menganggap itu adalah masalah kesehatan yang paling berat yang kita alami. Namun, dokter sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar memiliki pandangan yang berbeda.

Ya, dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, Zaidul Akbar menjelaskan bahwa masalah terbesar orang-orang zaman sekarang terkait kesehatan bukanlah menderita suatu penyakit atau yang lainnya, melainkan banyak makan.

"Masalah zaman sekarang umat ini, masalah kesehatan saya katakan ya. Masalah besar, masalah secara umumnya apa, karena kebanyakan makan dan gak ngerti apa yang dimakan," ujar Zaidul dalam video yang diunggah di Instagram @bacaankesehatan, dikutip VIVA, Selasa 22 Juni 2021.

Lebih lanjut, pria 43 tahun itu mengatakan, pada zaman Nabi dahulu, tidak ada makanan olahan atau makanan cepat saji, seperti pizza, nugget atau pun sosis. Sehingga, mereka jauh lebih sehat.

"Tapi kalau orang sana, katakanlah Nabi dan para sahabat, misalkan kalau mau makan berlebihan bisa-bisa aja," terang dia.

Bahkan, Zaidul mengungkapkan, banyak makan merupakan salah satu penyebab dari turunnya iman.

"Makanya salah satu penyebab atau turunnya iman adalah banyaknya makan. Itu sebabnya Nabi itu enggak pernah kenyang seumur hidupnya. Itu penting," kata dia.

Maka dari itu, Zaidul menyimpulkan, jika ingin sehat, hindarilah makan berlebihan.

"Artinya apa? Kalau Anda mau sehat mulai sekarang, jangan banyak makan. Kok bisa?" tanya dia pada jamaah yang datang.

Bahkan, pengagas buku Jurus Sehat Rasulullah itu mengatakan bahwa konsep makan tiga kali sehari itu adalah sebuah kekeliruan.

"Jadi, kalau dibilang makan tiga kali sehari itu, kalau boleh dikatakan itu keliru. Makan tu kapan? Ya, waktu lapar aja makan," ungkap dr. Zaidul Akbar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel