dr Zaidul Akbar: Saran Saya Jangan Minum Kopi Sachet Lagi

·Bacaan 2 menit

VIVA – Sebagian besar orang memang masih mengonsumsi kopi sachet. Praktis menjadi salah satu alasannya. Tak perlu meracik atau menambahkan gula, tinggal seduh pakai air panas, secangkir kopi sudah bisa dinikmati.

Ya, itulah alasan kopi sachet kian digemari, dibandingkan dengan kopi konvensional di mana kita harus meracik terlebih dahulu. Belum lagi jika takaran gulanya tidak pas, akan memengaruhi rasa dan butuh waktu untuk mencoba-coba menambahkan gula.

Tapi hati-hati, konsumsi kopi sachet ternyata tidak begitu disarankan. Bahkan, dokter sekaligus pendakwah, dr. Zaidul Akbar, meminta untuk menghindari atau tidak mengonsumsinya lagi. Apa alasannya?

Dalam sebuah video yang diunggah di Instagram, dokter Zaidul Akbar membahas mengenai kebiasaan banyak orang yang kerap mengonsumsi kopi sachet di pagi hari sebagai 'teman' sarapan.

"Pagi-pagi biasanya minumnya kopi sachetan. Saran saya jangan minum lagi lah itu," saran dia dalam sebuah video yang diunggah di Instagram @jurussehatrasulullah_, dikutip VIVA, Sabtu 19 Juni 2021.

Lebih lanjut dokter Zaidul memaparkan, meski dia tidak tahu persis bahan-bahan apa saja yang terkandung di dalamnya. Namun, dia meyakini sebagian besar isinya adalah gula.

"Itu enggak tahu isinya apa. Sebagian besar mungkin Wallahu alam saya gak tahu isinya. Tapi kayak bau kopi udah enggak ada. Kita cuma minum gula doang di situ sama karbon," ungkap dia.

Pria 43 tahun itu menyarankan untuk mengganti kopi sachet dengan minuman yang lebih alami. Yaitu yang terbuat dari jahe dan daun pandan. Bagaimana cara membuatnya?

"Ganti dengan apa? Ganti dengan jahe. Anda bisa bikin jahe, jahe yang dikeprek atau diiris-iris, lalu Anda masukin daun pandan. Sudah cukup untuk sarapan pagi," pungkas dia.

Setelah itu, dokter Zaidul pun menyarankan untuk mengonsumsi virgin coconut oil (VCO) atau minyak kelapa, sebagai tambahan sarapan.

"Habis itu minum VCO (virgin coconut oil) satu sendok. Sudah cukup untuk aktivitas sampai siang. Insya Allah cukup. Makan buah sedikit. Itu sarapan namanya," kata dr. Zaidul Akbar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel