dr Zaidul Akbar Ungkap Kebanyakan Tepung Penyebab Testosteron Drop

Lutfi Dwi Puji Astuti, Sumiyati
·Bacaan 1 menit

VIVA – Hormon testosteron memiliki fungsi yang penting untuk menjaga kesehatan kaum pria. Jika kadar hormon ini menurun, berbagai keluhan kesehatan dapat muncul, mulai dari masalah seksual bahkan hingga penyakit jantung.

Maka dari itu, meningkatkan hormon testosteron tentu perlu dilakukan. Enggak sulit kok, meningkatkan hormon ini ternyata bisa dilakukan dengan cara alami. Salah satunya dengan mengonsumsi makanan tertentu.

Ya, pola makan memang dapat berpengaruh besar terhadap pembentukan hormon, termasuk testosteron. Beberapa jenis makanan dari alam yang bisa dicoba untuk meningkatkan hormon testosteron akan diungkap oleh dr. Zaidul Akbar. Apa saja?

Dokter Zaidul Akbar mengatakan, kebiasaan makan zaman sekarang kebanyakan tidak sehat, termasuk konsumsi banyak tepung yang justru dapat menurunkan hormon testosteron.

"Yang bapak-bapak nih, dengan kondisi banyak makan tepung zaman sekarang, mulai sekarang saran saya untuk mem-boost up testosteron pada laki-laki itu ada dua tumbuhan ciptaan Allah yang Anda makan. Yang pertama habbatussauda, yang kedua kunyit," ujarnya dalam video yang diunggah di Instagram @yukbelajarjsr, dikutip VIVA, Rabu 17 Maret 2021.

Maka dari itu, dokter umum yang kerap dipanggil ustaz karena sering memberikan ceramah gaya hidup sehat tersebut, menyarankan para ibu atau istri untuk membuatkan ramuan dari kunyit dan habbatussauda. Bagaimana caranya?

"Kunyit di-slice, dipotong-potong gitu kasih air panas, buka habbatussauda masukin ke situ, kasih madu," kata dia menjelaskan.

Menurut Zaidul Akbar, dengan cara tersebut Insya Allah dapat meningkatkan kadar hormon testosteron pada pria.

"Itu, Insya Allah akan mem-boost up testosteron. Membuat testosteronnya membaik kembali," ungkap dia.

Namun, bukan hanya itu, dokter yang kerap bergaya Islami itu mengatakan, selain mengonsumsi ramuan kunyit dan habbatussauda, dia turut menyarankan untuk melakukan ibadah puasa.

"Ditambah lagi dengan puasa," tutup dr. Zaidul Akbar.