Draft Revisi UU Perlindungan Saksi Diterima Menkumham

Jakarta (ANTARA) - Menteri Hukum dan HAM, Patrialis Akbar, telah menerima draft revisi Undang-Undang (UU) Nomor 13 Tahun 2006 tentang Perlindungan Saksi dan Korban yang diserahkan perwakilan Lembaga Perlindungan Saksi dan Korban (LPSK) dan Satgas Pemberantasan Mafia Hukum (PMH).


"Ini baru draft, prosesnya akan kita bicarakan lagi dalam rapat koordinasi dengan seluruh biro hukum setiap kementerian atau lembaga. Jadi masih perlu proses untuk harmonisasi bukan berart ditelan mentah-mentah," kata Patrialis, usai menerima Ketua LPSK Abdul Haris dan anggota Satgas PMH Mas Achmad Santosa di Jakarta, Jumat.


Namun demikian, menurut dia, LPSK dan satgas telah memberi bahan mendasar yang dibutuhkan.


"Kita butuh LPSK berjalan dengan efektif dalam rangka membantu negara memberantas korupsi. Kalau pelapor takut mengungkap korupsi, nanti tidak ada yang mau laporan," ujar menteri dari PAN ini.


Dari segi isi draft revisi UU tersebut, ia mengatakan substansinya sudah dapat diterima, tetapi dari segi rumusannya masih perlu diperdalam lagi.


Patrialis pesimistis draft revisi UU Perlindungan Saksi Korban ini bisa masuk prolegnas tahun 2011. Namun ia berjanji mengupayakan agar draft revisi UU tersebut dapat masuk di tahun 2012.


"Kalau tahun 2011 tidak bisa, tapi tahun 2012 kita bicarakan nanti ke Presiden dan DPR. Kita akan coba upayakan, ini draft kasar, tadi ada beberapa poin yang saya mintakan ke kawan-kawan untuk menemui kementerian lain terkait," ujar dia.


Anggota Satgas PMH, Mas Achmad Santosa atau yang biasa dipanggil Ota mengatakan berkaitan dengan upaya memberantas mafia hukum, memberantas kejahatan terorganisir, termasuk juga pemberantasan korupsi maka perlu ada perangkat hukum yang memberi perlindungan memadai terhadap pelapor pelaku maupun pelaku yang bekerja sama.




Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.