DragonForce Malaysia Klaim Retas 5.000 CCTV Gedung Pemerintahan Israel

·Bacaan 1 menit

VIVA – Kelompok peretas Malaysia, DragonForce Malaysia, mengklaim telah meretas berbagai jaringan CCTV Israel, termasuk tempat tinggal dan lembaga pemerintah.

Mereka menggunakan akun Facebook mereka untuk memamerkan foto-foto yang tampak seperti warga Israel berada di dalam rumahnya, seperti dilansir dari World of Buzz, Jumat 21 Mei 2021.

Mereka menulis, “Halo, Israhell. Lebih dari 5.000 CCTV diretas termasuk gedung-gedung pemerintah dan gedung-gedung sangat rahasia. Kami lebih dekat dari yang Anda pikirkan. Gambar menujukkan CCTV dan SCADA."

DragonForce Malaysia, yang menggambarkan diri mereka sebagai 'formasi untuk perang dan pertempuran rakyat Malaysia', melakukan peretasan di bawah OpsBedil, yang secara kasar diterjemahkan menjadi Operasi Senapan.

Peretasan ini dilakukan di saat situasi kekerasan di Israel dan Palestina meningkat. Sudah lebih dari seminggu, jet tempur Israel terus menghantam Jalur Gaza sementara milisi Hamas melancarkan lebih dari 4.000 roket ke wilayah Israel.

Setidaknya 227 warga Palestina, termasuk 64 anak-anak, telah tewas dalam 11 hari pertempuran di Jalur Gaza, dan Tepi Barat. Di pihak Israel dilaporkan 12 orang tewas.

Presiden Amerika Serikat, Joe Biden, pada hari Rabu membahas peristiwa di Gaza dengan Netanyahu, mengatakan bahwa ia mengharapkan "penurunan yang signifikan hari ini menuju menuju gencatan senjata".

Tapi tak lama setelah panggilan telepon Biden, Netanyahu mengatakan dia "bertekad" untuk terus membombardir Gaza sampai "tujuan" Israel tercapai.

Sementara seruan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk dihentikan kekerasan antara Israel dan penguasa Palestina, Hamas, juga tidak diindahkan.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel