Drama di London Stadium Bikin Amarah Manajer MU Ole Gunnar Solskjaer Meledak

·Bacaan 2 menit

Liputan6.com, Jakarta Manajer Manchester United atau MU, Ole Gunnar Solskjaer, kedapatan membanting botol air ke rumput saat timnya berhadapan dengan West Ham pada laga lanjutan Liga Inggris, Minggu sore waktu setempat (19/9/2021).

Kemarahan Solskjaer dipicu saat The Hammers mendapat hadiah penalti di perpanjangan waktu babak kedua. Wasit Martin Atkinson sempat berkonsultasi dengan monitor VAR di sisi lapangan sebelum memberikan penalti kepada West Ham setelah bola mengenai lengan Luke Shaw dari jarak dekat.

Rupanya, putusan tersebut membuat Solskjaer tidak bisa menyembunyikan rasa frustrasinya. Dia marah dan melemparkan botol air ketika prospek kemenangan United sepertinya akan sirna.

Namun, adegan dramatis terjadi saat tendangan penalti Mark Noble diselamatkan oleh David De Gea setelah gelandang Hammers itu, dimasukkan secara khusus untuk mengambil penalti.

Usai pertandingan Solskjaer mengatakan dirinya sangat yakin timnya seharusnya mendapat dua penalti. Itulah alasan utama mengapa dia terlihat sangat marah ketika Atkinson menunjuk titik putih di menit akhir.

Pelanggaran

Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer duduk di bangku cadangan selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Leicester City dan Manchester United di Stadion King Power di Leicester, Inggris, Sabtu, 26 Desember 2020. (Michael Regan / Pool via
Manajer Manchester United Ole Gunnar Solskjaer duduk di bangku cadangan selama pertandingan sepak bola Liga Inggris antara Leicester City dan Manchester United di Stadion King Power di Leicester, Inggris, Sabtu, 26 Desember 2020. (Michael Regan / Pool via

"Saya pikir mereka penghalang, Anda bahkan tidak bisa membantahnya," katanya.

“Saya pikir yang pertama anak itu mengangkat kakinya, Cristiano berlari lurus dan dilanggar," ujar Solskjaer.

“Yang terakhir, Paul melakukan pelanggaran terhadap Kurt Zouma, jadi mengapa banding ketiga Cristiano bukan penalti? Mudah-mudahan itu tidak terjadi, Cristiano tidak akan pernah mendapatkan penalti.”

Sejajar

Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, setelah timnya gagal menjuarai Liga Europa. (AP/Kacper Pempel).
Pelatih Manchester United, Ole Gunnar Solskjaer, setelah timnya gagal menjuarai Liga Europa. (AP/Kacper Pempel).

Sementara itu, Chelsea dan Liverpool juga sama-sama meraih hasil sangat mengesankan, dan kemenangan di Stadion London berarti MU tetap sejajar dengan mereka di puncak klasemen.

Lima pertandingan di Liga Inggris, tim asuhan Solskjaer belum terkalahkan dan kini telah mencetak tiga kemenangan berturut-turut.

Belum Pernah Kalah

Sancho diberikan kesempatan bermain oleh Ole Gunnar Solskjaer untuk menggantikan Daniel James pada menit ke-75. (Foto: AFP/Adrian Dennis)
Sancho diberikan kesempatan bermain oleh Ole Gunnar Solskjaer untuk menggantikan Daniel James pada menit ke-75. (Foto: AFP/Adrian Dennis)

“Selalu sulit datang ke sini melawan tim West Ham, sangat terorganisir," kata pelatih asal Norwegia itu.

“Mereka belum pernah kalah, mereka berada dalam rekor terpanjang mereka di Liga Premier sehingga kami tahu kami harus mencap otoritas kami.”

Penebus Kesalahan

Pada bagian lain Solskjaer sempat menyatakan kegembiraaanya dengan gol yang dicetak Jesse Lingard saat MU menang 2-1 atas West Ham. Gol Lingard seakan jadi penebusan kesalahannya saat memberi assist untuk gol kedua Young Boys di Liga Champions.

"Saya sangat bahagia dengan Jesse. Tentu malam yagn sulit saat Selasa lalu, tapi dia kerja keras lagi. Dia pemain positif, gol indah saya bahagia untuknya," ujar Solskjaer seperti dikutip Metro.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel