Drama Inter Milan Vs AC Milan: Ribut, Penalti, dan Wasit Cedera

Riki Ilham Rafles
·Bacaan 1 menit

VIVA – Banyak drama tersaji dalam pertandingan Inter Milan vs AC Milan dalam perempat final Coppa Italia yang berlangsung di Giuseppe Meazza, Rabu dini hari WIB 27 Januari 2021. Mulai dari keributan di atas lapangan, hukuman penalti, sampai pergantian wasit karena cedera.

Keributan terjadi di pengujung babak pertama antara Romelu Lukaku dan Zlatan Ibrahimovic. Keduanya bersitegang sampai mengeluarkan kalimat pedas.

Ibrahimovic menghina Lukaku, dan begitu juga sebaliknya. Karena keributan tersebut akhirnya wasit Paolo Valeri mengganjar kedua pemain tersebut dengan kartu kuning.

Pada menit 58, Ibrahimovic mendapatkan kartu kuning keduanya. Valeri mengusirnya keluar lapangan karena menganggap terjadi pelanggaran keras terhadap bek Inter, Aleksandar Kolarov.

Ibrahimovic tidak melakukan protes. Dia memilih langsung berjalan keluar. Tapi dari tayangan ulang, banyak yang menilai keputusan Valeri berlebihan. Tidak selayakanya kartu kuning kedua diberikan.

Alhasil Milan yang sedang unggul 1-0 berkat gol Ibrahimovic di babak pertama berbalik tertekan. Dan sialnya pada menit 71 Inter mendapatkan hadiah penalti.

Perdebatan pun terjadi karena keputusan Valeri memberikan hadiah penalti tersebut. Dia sempat memantau video assistant referee (VAR), dan menganggap ada pelanggaran dari Rafael Leao terhadap Nicolo Barella. Tapi ada pula anggapan tidak terjadi kontak di sana.

Selang empat menit dari penalti kontroversial tersebut, Valeri menghentikan pertandingan sementara. Dia lalu berjalan ke tepi lapangan dan meminta pertolongan.

Ada cedera di paha kirinya yang butuh perawatan. Akhirnya diputuskan dia tidak bisa melanjutkan tugas. Sebagai pengganti, ada wasit cadangan Daniele Chiffi yang memimpin sisa pertandingan.

Keunggulan jumlah pemain bisa terus dimanfaatkan oleh Inter. Pada menit 90+7, Christian Eriksen membuat mereka menang dengan skor 2-1 pada pertandingan ini.

Perdebatan mengenai kontroversi di Derby della Madonnina ini masih terus terjadi. Tidak cuma di media massa, tapi juga media sosial.