Drama Roy Suryo dan Sindiran Polisi

Merdeka.com - Merdeka.com - Kanjeng Raden Mas Tumenggung Roy Suryo Notodiprojo atau kerap disapa Roy Suryo ditetapkan sebagai tersangka kasus ujaran kebencian. Adapun kasus tersebut berawal dari unggahan meme stupa candi Borobudur berwajah Presiden Jokowi.

Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Endra Zulpan membenarkan status tersangka tersebut pada hari jumat (22/7) lalu.

"Jadi benar hari ini Roy Suryo diperiksa sebagai tersangka, saat ini yang bersangkutan masih menjalani proses pemeriksaan," ujar Zulpan di Polda Metro Jaya, Jakarta Selatan.

Usai menjalani pemeriksaan sebagai tersangka pertama kali selama 12 jam. Kondisi Roy langsung tampak lemas lesu setelah keluar dari gedung Direktorat Reserse Kriminal Umum (Dirkrimum).

drama roy suryo dan sindiran polisi
drama roy suryo dan sindiran polisi

Roy Suryo sempat ditempatkan di kursi roda untuk menuju mobil yang akan ditumpanginya. Bahkan enggan memberikan komentar sedikit pun ketika banyak wartawan yang menanyakan status tersangkanya pertama kali.

Dirinya kala itu belum ditahan oleh kepolisian dengan alasan pertimbangan kemanusiaan. Pihak kepolisian pun buka suara terkait belum melakukan penahanan.

"Yang bersangkutan masih sakit, karena kemarin yang bersangkutan (Roy Suryo) meminta untuk berhenti pemeriksaan karena merasa kurang sehat," tanggap Kombes Pol Zulpan pada Senin (25/7).

drama roy suryo dan sindiran polisi
drama roy suryo dan sindiran polisi

Pemeriksaan pun dilanjutkan pada hari Kamis (28/7). Kala itu kepolisian tampak memanjakan mantan Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) dengan memberikan kesempatan untuk beribadah dan makan siang terlebih dahulu.

"Syukur alhamdulillah sebelum pemeriksaan saudara Suryo menyatakan dalam kondisi sehat sehingga dilakukan pemeriksaan," tutur Zulpan.

Drama serupa pun terjadi seperti pemeriksaan pertama. Ia keluar dari ruang pemeriksaan dengan alasan tidak enak badan dan mengenakan Cervical - Collar (Penopang Leher).

Ketika dikerumuni wartawan, Roy hanya sedikit berbicara. Dia hanya mengatakan "maaf" kepada rekan - rekan media sambil berjalan menuju mobil berwarna hitam yang menunggunya.

Lagi-lagi Roy masih belum ditahan oleh pihak kepolisian dengan alasan yang sama. Namun ketika wartawan menanyakan soal penyakit yang diderita tersangka, Zulpan enggan membeberkannya.

Berselang beberapa hari, viral video yang menampakan pegiat media sosial itu sedang melakukan touring bersama teman - temannya dari komunitas Mercedes Benz SL Club (MBSL) Indonesia pada Minggu (31/7).

Dalam video tersebut terlihat Roy Suryo tempat tertawa bahagia seakan tidak ada masalah yang menjeratnya. Diketahui Roy menghadiri acara tersebut dalam rangka syukuran anggota seniornya yang merupakan seorang purnawirawan Komjen Pol Nana Sukarna.

Melalui pengacaranya Elza Syarief pada Rabu (3/8), Roy Suryo memberikan klarifikasi kehadirannya untuk mengihbur diri dari stress yang dialami serta meminta maaf kepada pihak kepolisian.

Layaknya pribahasa 'air susu dibalas air tuba', pihak kepolisian enggan berkomentar sama sekali tentang kehadiran Roy di acara komunitas tersebut yang statusnya sebagai tersangka.

"Biarkan masyarakat yang berpersepsi," ungkap Zulpan pada Selasa (2/8) lalu.

Seusainya, penyidik Polda Metro Jaya bersurat ke Roy untuk memenuhi panggilan guna pemeriksaan pada Jumat (5/8).

Tanpa disangka pemeriksaan tersebut justru menjadi akhir drama dari kehidupan luar Roy Suryo. Kepolisian memutuskan melakukan penahanan yang bersangkutan dengan alasan agar barang bukti yang dikumpulkan tidak hilang jejak.

"Penyidik memutuskan mulai malam ini terhadap saudara Roy Suryo Motodiprojo, usia 52 tahun sebagai tersangka dalam kasus ujaran kebencian ini mulai malam ini dilakukan penahanan," kata Zulpan di Mapolda Metro Jaya, Jumat (5/8). [fik]

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel