Driver Ojol dan Taksi Online Mulai 'Serbu' Fintech

Krisna Wicaksono, Tanayastri Dini Isna

Warta Ekonomi.co.id, Bogor

Menteri Keuangan Sri Mulyani menyatakan, perekonomian Tanah Air akan menghadapi kekacauan besar. Dalam skenario terparah, pertumbuhan ekonomi Indonesia akan turun menjadi 0,4% negatif dan rupiah bisa menyentuh angka Rp20 ribu per dolar AS.

Penurunan signifikan dalam pertumbuhan ekonomi disebabkan oleh anjloknya kegiatan investasi serta menurunnya konsumsi rumah tangga dan pemerintah, menurut Sri Mulyani. Pada akhirnya, seluruh industri di dalam perekonomian Indonesia terdampak, termasuk sektor finansial teknologi (fintech).

Startup pinjaman daring mulai melihat lonjakan permintaan pinjaman yang dapat menimbulkan sejumlah dampak negatif. "Kami menerima aplikasi 40% lebih banyak daripada bulan sebelumnya," kata CEO UangTeman, Aidil Zulkifli, dikutip dari KrAsia, Jumat (3/4/2020).

Menurut Aidil, pinjaman yang diajukan banyak berasal dari pengemudi taksi atau sepeda motor online dan pemilik usaha UMKM, yang terkena pukulan telak akibat wabah corona.

Ia memaparkan, "baik atau tidaknya peningkatan permintaan pinjaman ini bergantung pada perspektif. Sebagai pemberi pinjaman yang bertanggung jawab secara sosial, kami akan terus memantau kualitas kredit untuk memastikan ekosistem pinjaman daring tetap solid dan sehat."

Tak cuma UangTeman, KoinWorks juga mencatatkan jumlah permintaan pinjaman yang meroket dalam sebulan terakhir. Namun, mereka optimis kalau para peminjamnya memiliki kemampuan mengembalikan dana yang mereka ajukan.

"Peminjam kami mungkin mengalami kesulitan operasional di tengah pandemi, tetapi mereka pada dasarnya adalah bisnis yang baik dengan proposisi nilai bagi kliennya," kata CFW KoinWorks, Mark Bruny.

Jika keadaannya normal, permintaan pinjaman yang meningkat tentu berdampak positif pada platform. Namun, di tengah wabah seperti corona, lonjakan permohonan pinjaman menunjukkan melemahnya kondisi ekonomi Indonesia.

Untuk itu, platform perlu menerapkan penilaian risiko dengan ketat demi menghindari gagal bayar pinjaman yang bisa memperlambat ekspansi platform dan proses penggalangan modal mereka.