Drone Bikinan China Mendarat di Indonesia, Bongkar Isi Dapurnya

Lazuardhi Utama, Misrohatun Hasanah
·Bacaan 2 menit

VIVA – Pesawat nirawak atau drone asal China, DJI Air 2S, resmi mendarat di Indonesia. Drone kamera portabel ini diklaim sebagai solusi all-in-one, yang menggunakan sensor 1 inchi untuk pengambilan gambar 20MP dan video 5,4K. Spesifikasinya itu menjadikan DJI Air 2S memiliki kinerja penerbangan yang kuat.

Menurut Creative Director DJI Europe, Ferdinand Wolf, perangkatnya ini terdapat mode SmartPhoto yang menggunakan fotografi komputasi untuk menangkap 20 MP. SmartPhoto adalah mode otomatis lanjutan yang menganalisis pemandangan untuk bidikan terbaik.

"Fitur ini membiarkan kamera memutuskan apakah gambar harus memiliki warna yang lebih hidup (HDR), mengimbangi pencahayaan (pemandangan cahaya rendah), atau menyesuaikan pengaturan optimal untuk apa yang ada di bingkai (pengenalan pemandangan)," kata dia, Jumat, 16 April 2021.

Kemudian, terdapat MasterShots di mana drone memilih jalur penerbangan dan mode pemotretan setelah menganalisis pemandangan. Lalu, terbentuk video cepat 2 menit dengan efek kompilasi dari rekaman melalui aplikasi Fly DJI.

Baca: Nama Baru Gojek dan Tokopedia Sudah Ada, Tinggal Publikasi Saja

DJI Air 2S juga dilengkapi tiga fungsi auto lainnya yang juga ditemukan di drone seri DJI lainnya yaitu FocusTrack, QuickShots, dan Hyperlapse. Untuk aspek keamanannya, perangkat kamera portabel ini mengantongi DJI Advanced Pilot Assistance System (APAS) 4.0.

Drone mini tersebut memiliki pandangan rintangan yang lebih luas dan dapat secara otomatis menggerakkan drone di sekitar objek, di atas, atau di bawah objek. Perangkat ini juga mampu berhenti sebelum adanya tabrakan berkat sensor yang ditingkatkan yang terletak di sekitar bodi drone dan kamera.

DJI Air 2S mempertahankan koneksi dengan remote pilot hingga 12 kilometer. "Seperti pendahulunya, drone ini menggunakan AirSense DJI untuk memperingatkan pesawat terdekat dan teknologi geofencing saat berada di zona penerbangan yang berpotensi berbahaya atau terbatas," paparnya.

Fungsi Return-to-Home (RTH) secara otomatis membawa drone kembali ke tempat di mana perangkat itu lepas landas ketika baterai hampir habis atau di luar jangkauan. DJI Air 2S juga akan memperingatkan pilot jika gimbal kamera memerlukan kalibrasi atau baling-baling tidak terpasang dengan benar.

“Kemudahan pengoperasian, resolusi kamera yang terus meningkat, umur baterai yang membaik, ukuran produk yang makin ringan dan ringkas, membuatnya menjadi salah satu opsi mengabadikan momen spesial, khususnya menyambut Lebaran tahun ini," tutur Direktur Erajaya Group, Djohan Sutanto.

Drone DJI Air 2S telah tersedia dengan dua pilihan. Pilihan pertama adalah Standard Combo yang dibanderol seharga Rp16 juta. Ini sudah termasuk drone, pengendali jarak jauh, satu buah baterai, serta semua kabel dan bagian yang diperlukan.

Pilihan kedua adalah Fly More Combo yang dijual dengan harga Rp21 juta yang mencakup drone, pengendali jarak jauh, tiga buah baterai, filter ND, hub pengisian daya, dan tas bahu. DJI Air 2S sudah bisa dibeli di DJI Authorized Reseller Store dan iBox, Erafone, serta Urban Republic - ketiga dari Erajaya Group.