Dua anak diselamatkan setelah tiga hari gempa Turki

·Bacaan 2 menit

Bayrakl (AFP) - Tim penyelamat berhasil menarik dua anak dari reruntuhan di sebuah kota di Turki barat pada Senin, hampir tiga hari setelah gempa bumi dahsyat melanda Laut Aegea yang menewaskan 85 orang.

Elif Perincek yang berusia tiga tahun diselamatkan 65 jam setelah gempa berkekuatan 7,0 melanda Turki dan Yunani pada Jumat, kata otoritas darurat Turki AFAD.

Media lokal menunjukkan video seorang gadis kecil yang terbungkus selimut dengan cepat dibawa ke tempat aman di kota pesisir Bayrakli - yang paling parah terkena bencana - disambut tepuk tangan petugas penyelamat lain.

"Saya sangat senang, Tuhan memberkati Anda. Saya bertemu kembali dengan Elif," kata neneknya, dikutip oleh penyiar negara TRT. "Doa saya terkabul."

Elif adalah orang ke-106 yang ditarik hidup-hidup dari bangunan runtuh di Bayrakli, termasuk ibu dan tiga saudara kandungnya sehari sebelumnya.

Tetapi saudara laki-lakinya yang diselamatkan kemudian, meninggal, TRT melaporkan.

AFAD juga melaporkan penyelamatan Idil Sirin yang berusia 14 tahun di Bayrakli, 58 jam setelah gempa melanda, meratakan bangunan di Turki dan Yunani.

Tetapi kegembiraan keluarga itu berlangsung singkat ketika ditemukan mayat adik perempuan Idil, Ipek, demikian surat kabar Hurriyet melaporkan.

"Saya tidak bisa mendengar suara apa pun dari saudara perempuan saya, dia sudah meninggal," kata Idil kepada penyelamat saat dia ditarik keluar, kata Hurriyet.

Korban di Turki akibat gempa terus meningkat, dan Menteri Lingkungan Hidup Murat Kurum melaporkan 83 orang tewas.

Hampir 1.000 orang terluka, dan lebih dari 200 orang masih di rumah sakit.

Dua remaja juga tewas dalam perjalanan pulang dari sekolah di Pulau Samos, Yunani, dekat pusat gempa.

Berpacu dengan waktu, petugas SAR masih melakukan pencarian dan mencoba menemukan mereka yang masih hidup di reruntuhan di Bayrakli, kata seorang koresponden AFP di tempat kejadian.

Ribuan penduduk, termasuk mereka yang rumahnya runtuh, menghabiskan malam ketiga di luar tenda di Bayrakli dan di dekat Bornova, karena banyak yang mengkhawatirkan risiko gempa susulan.