Dua Anggota DPRD NTT Ajukan Pengunduran Diri

Kupang (Antara) - Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Nusa Tenggara Timur telah menerima surat permohonan pengunduran diri dua dari 14 anggota dewan yang pindah partai politik.

Dua anggota dewan itu adalah Wellem Nope dan Hendrik Rawambaku, kata Wakil Ketua DPRD NTT Nelson Matara di Kupang, Jumat, terkait proses pergantian antarwaktu anggota dewan yang pindah partai.

Wellem Nope adalah anggota DPRD NTT dari Partai Demokrat dan Hendrik Rawanbaku dari Partai Golkar. Keduanya pindah ke PDI Perjuangan.

"Hingga saat ini baru dua dari 14 anggota DPRD NTT yang pindah partai politik secara resmi mengurus surat penguduran dirinya di DPRD NTT. Urusan selanjutnya akan berjalan sesuai mekanisme dan aturan yang berlaku," ucapnya.

Dengan surat pengunduran diri itu, dua orang tersebut sudah memperoleh surat keterangan dari pimpinan dewan atau Sekwan yang menerangkan bahwa pergantian antarwantu atas diri mereka sedang dalam proses.

Surat keterangan tersebut merupakan salah satu syarat yang diminta KPU bagi para caleg yang pindah parpol dan masih menjabat sebagai anggota DPRD.

Menurut Nelson, surat keterangan tersebut untuk membantu para anggota dewan melengkapi persyaratan menjadi caleg, namun tidak serta merta menghapus hak mereka sebagai anggota dewan.

Hak tersebut baru berhenti diberikan setelah ada keputusan resmi yang dikeluarkan melalui SK Mendagri.

Pasalnya, mereka menjadi anggota DPRD NTT itu ditetapkan berdasarkan keputusan Mendagri, sehingga jika mereka berhentipun harus dengan keputusan menteri.

Mengenai 12 anggota lainnya, Nelson Matara mengatakan pimpinan dewan segera mengirim surat kepada pimpinan parpol untuk meminta agar pimpinan parpol segera mengusul nama untuk menganti anggota dewan yang sudah pindah parpol.(rr)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.