Dua anggota TNI bunuh wanita muda

MERDEKA.COM. Polisi berhasil mengungkap kasus pembunuhan terhadap Tri Utami (24). Perempuan asal Kota Malang, Jawa Timur, ini ternyata dihabisi tiga tersangka.

Kasus ini terungkap setelah petugas Polsekta Medan Area memeriksa 12 orang saksi. Mereka pun berhasil menangkap dua dari tiga tersangka pelaku pembunuhan. Keduanya sudah dipastikan sebagai oknum TNI.

"Alhamdulillah kasusnya sudah terungkap, dua dari tiga pelaku sudah kita serahkan ke Denpom karena keduanya tercatat sebagai oknum TNI. Keduanya kita tangkap Sabtu (9/2) lalu di kawasan Helvetia. Sedangkan satu orang pelaku lagi masih dalam pengejaran. Untuk keterangan lebih lanjut langsung saja ke Denpom," ujar Kapolsekta Medan Area Kompol Rama S Putra kepada wartawan, Selasa (12/2).

Meski didesak wartawan, Rama tidak bersedia membeberkan identitas para tersangka pelaku pembunuhan ini. Dia pun menolak menjelaskan motif di balik peristiwa ini.

Sebelumnya, jasad Tri Utami ditemukan petugas kebersihan di parit dekat jalan tol Amplas-Bandar Selamat KM 26,6, Menteng, Medan Denai, Jumat (4/1). Semula tidak ada yang mengenainya.

Belakangan, jenazah Tri Utami berhasil diidentifikasi adiknya, Ica (22). Si adik mengenali kakaknya dari anting dan kaus bertuliskan "I Love Malang" yang dikenakan serta tanda bekas operasi di perut bagian kanan.

Ica mengaku terakhir melihat kakaknya keluar rumah kontrakan mereka di Perumnas Helvetia pada Rabu (2/1). Sebelum pergi, perempuan yang bekerja di Hotel Griya Dome, Jalan Tengku Amir Hamzah, Medan ini diketahui sempat meminjam uang dari tetangga sebesar Rp 500 ribu.

"Yang saya tahu dia pergi ke luar rumah untuk mencari hiburan karena sebelumnya dia ribut dengan calon suaminya yang oknum aparat," jelas Ica beberapa waktu lalu.

Sumber: Merdeka.com
Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.