Dua atlet blind judo Indonesia harus tes ulang penglihatan

Sebanyak dua dari 18 atlet blind judo Indonesia harus mengulang tes penglihatan setelah tidak lolos klasifikasi yang berlangsung di Grand H.A.P Hotel, Solo, Jawa Tengah, Rabu.

Pelatih Blind Judo Indonesia, Imam Kuncoro, dalam keterangan tertulis yang diterima di Jakarta, Rabu, mengatakan dua atlet yang belum lolos klasifikasi adalah atlet pemula. Dia tak secara detail menyebutkan nama.

Tim pelatih blind judo memasukkan nama mereka karena dinilai memiliki potensi dan klasifikasinya dianggap cocok untuk masuk kontingen Merah Putih.

Mereka pun harus kembali menjalani tes ulang pada Kamis (28/7). "Ada dua yang harus dites ulang, 16 atlet lainnya dinyatakan lolos. Tes penglihatan banyak dari dokter luar negeri dengan membawa beberapa peralatan," kata Imam.

Sebelumnya, lanjut Imam, semua atlet Indonesia sudah membawa arsip tes mata hasil dari tes yang dijalani di sebuah rumah sakit internasional.

"Ketika tes di Jakarta, semua lolos. Arsip dan rekomendasi klasifikasi inilah yang jadi pegangan kami," ujar Imam menambahkan.

Adapun dari daftar nama atlet blind judo Indonesia yang diterima ANTARA dari penyelenggara terdiri dari 11 putra dan tujuh putri.

Dari sektor putra ada Bayu Pangestu Aji, Herbin Nainggolan, Rafli Ahnaf Shidqi, Junifor Bate'E, Elda Fahmi Nur Taufik, Junaedi, Sahrul Sulaiman, Ranto Herli Imanuel Sambouw, Fajar Pambudi, Tony Ricardo Mantolas, dan Agung Gondolimo.

Sementara putri yakni, Novia Larassati, Marialam Sihotang, Roma Siska, Gian Nita Almira Rusmanto, Melinda Artia Garini, Nurul Fadilah, dan Balgis Mega Maghfira

Secara keseluruhan, Indonesia bakal menerjunkan 324 atlet dari 14 cabang olahraga dalam pesta olahraga terbesar untuk atlet disabilitas di Asia Tenggara Tersebut.

Selain blind judo, ada para-atletik (78 atlet), para-renang (47), para-tenis meja (41), para-bulu tangkis (25), para-catur (18), bola voli duduk (16), CP Football (14), para-angkat berat (13), para-panahan (12), boccia (12) , dan goalball (12), bola basket kursi roda (10), dan tenis kursi roda (8).

Baca juga: PJSI dukung Blind Judo NPC Indonesia untuk ASEAN Para Games 2022
Baca juga: Blind Judo Indonesia targetkan lima emas di ASEAN Para Games 2022

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel