Dua atlet dayung raih emas PON meski tanpa dukungan KONI Mura

·Bacaan 2 menit

Dua atlet dayung asal Kabupaten Murung Raya (Mura) yang memperkuat kontingen Provinsi Kalimantan Tengah, Selvia Sari dan Karmila meraih medali emas pada Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua.

Akan tetapi, kedua atlet tersebut mengaku tak pernah mendapatkan perhatian dari Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) kabupaten setempat.

"Suka duka kami rasakan sejak keberangkatan mengikuti pemusatan latihan daerah (Pelatda), di mana seharusnya dukungan yang kami harapkan ada dari KONI dan Persatuan Olahraga Dayung Seluruh Indonesia (PODSI) Murung Raya malah tidak ada sama sekali," ucap Selvia Sari saat dihubungi dari Puruk Cahu, Kamis.

Meski demikian, Selvia dan Karmila mendapat sumbangsih serta dukungan dari beberapa pihak yang cukup peduli terhadap keikutsertaan mereka mewakili Kalteng pada PON XX Papua untuk membantu kedua atlet dayung putri ini dalam mengikuti Pelatda selama tujuh bulan.

"Memang tidak ada komunikasi sama sekali, sejak kami mengikuti Pra PON 2019, ketika kami berhasil meraih medali emas juga sampai PON XX Papua ini. Tidak ada dukungan atau apresiasi yang diberikan kepada kami. Padahal kalau boleh jujur, kami sangat mengharapkan adanya perhatian dari daerah kami melalui KONI atau PODSI Mura," tambah Selvia.

Baca juga: Serba terbatas, tim Dayung Kalteng tetap raih emas di PON Papua
Baca juga: Kalteng rebut emas dari Jabar di perahu naga 1.000 meter campuran

Sementara itu, Karmila juga turut mengungkapkan rasa terima kasihnya atas dukungan dan doa masyarakat, khususnya di Kabupaten Mura yang merupakan kabupaten paling utara Kalteng ini, mulai dari teman, kerabat hingga keluarga.

"Kami juga tidak bisa lupa atas perhatian yang diberikan oleh Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga (Parpora) Mura serta beberapa instansi di daerah ini, di mana sebelum keberangkatan kami mengikuti Pelatda PON diberikan bantuan secara moril maupun materil, sehingga kami hanya bisa membalasnya dengan prestasi medali emas ini," ujar atlet kelahiran Desa Tumbang Naan, Kecamatan Seribu Riam itu.

Kedua atlet peraih medali emas asal kabupaten paling pedalaman DAS Barito ini memperkuat kontingen Kalteng pada kategori cabang dayung tradisional boat race (TBR) Mix 1.000 meter dengan waktu 04.00.38 dan medali emas kedua dari kategori pertandingan 200 meter mix crew tradisional boat race.

Sementara, Ketua KONI Murung Raya Herianson, saat dikonfirmasi terkait keikutsertaan kedua atlet dayung putri asal Murung Raya tersebut, mengaku awalnya tidak tahu-menahu. Kemudian selang beberapa jam, ia kembali merespon.

"Ada dua orang, yakni Karmila dan Selvia, keduanya atlet perempuan," jawab Herianson.

Baca juga: Jabar pertahankan gelar juara umum dayung PON Papua
Baca juga: Lampaui target, tim dayung Jabar siap diguyur bonus PON Papua

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel