Dua Boneka Barbie Hidup Bertengkar saat Dipertemukan

TRIBUNNEWS.COM, NEW YORK - Bagaimana bila dua orang model yang menjadi Barbie hidup, dipertemukan dalam kehidupan nyata? Hasilnya, mereka saling membenci dan berkomentar buruk satu sama lain.

Valeria Lukyanova (23) sangat mirip dengan boneka plastik ikonik, lengkap dengan rambut pirang panjang, pinggang kecil, dan payudara besar.

Sedangkan Justin Jedlica (32) telah menghabiskan sekitar 70 ribu poundsterling (lebih dari Rp 677 juta), untuk melakukan bedah plastik, dan mengubah dirinya menjadi Ken, pacar Barbie, dalam versi manusia.

Tapi, ketika keduanya bertemu di New York untuk sesi pemotretan, mereka langsung perang komentar soal make-up dan operasi kosmetik.

Justin yang berasal dari Amerika Serikat (AS) mengatakan kepada Valeria, "Penampilannya banyak ditambahkan make-up, rambut palsu, dan korset pelangsing. Waria telah melakukan ilusi yang sama selama bertahun-tahun."

Valeria yang asal Ukraina membalas, "Justin mengatakan hal-hal buruk tentang saya, tapi dia memiliki lebih dari 90 operasi, sedangkan aku hanya punya satu.

"Saya tidak bersembunyi bahwa saya sudah menjalani operasi plastik. Saya punya implan payudara, karena saya ingin menjadi sempurna," imbuhnya.

"Dia akan berbuat lebih baik untuk tidak mengomentari yang plastik dan yang tidak. Saya pikir dia adalah pria tampan, tapi bibirnya kelebihan plastik," sindir Valeria.

Foto Valeria banyak beredar di internet. Banyak orang tidak percaya bahwa dia adalah manusia sungguhan, dan bukan manekin plastik. Tapi, Valeria mengaku punya banyak pengagum, dan sangat senang bahwa orang berpikir dia tampak seperti boneka.

"Ini menyenangkan saya, karena boneka adalah sebuah gambar dari seorang wanita yang ideal. Tak seorang pun akan keberatan untuk dibandingkan dengan boneka," tuturnya seperti dikutip Tribunnews.com dari The Sun, Selasa (29/1/2013). (*)

Memuat...
PEDOMAN KOMENTAR

Ayo berpartisipasi membangun budaya berkomentar yang baik. Bila menemukan komentar bermuatan menghina atau spam, berikan jempol bawah, tanda Anda tak menyukai muatan komentar itu. Komentar yang baik, berikan jempol atas.


Kolom komentar tersedia untuk diskusi, berbagi ide dan pengetahuan. Hargai pembaca lain dengan berbahasa yang baik dalam berekspresi. Setialah pada topik. Jangan menyerang atau menebar kebencian terhadap suku, agama, ras, atau golongan tertentu.


Pikirlah baik-baik sebelum mengirim komentar.