Dua BUMN Kandidat Kuat Pengelola TMII

Raden Jihad Akbar, Arrijal Rachman
·Bacaan 2 menit

VIVA – Direktorat Jenderal Kekayaan Negara (DJKN) Kementerian Keuangan mengungkapkan Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang akan dikerjasamakan oleh Kementerian Sekretariat Negara untuk mengelola Taman Mini Indonesia Indah (TMII).

Sebagaimana diketahui, sejak diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 19 Tahun 2021, TMII akan dikelola kembali oleh pemerintah melalui Kemensetneg. Selama ini TMII dikelola oleh Yayasan Harapan Kita (YHK) melalui Keppres Nomor 51 Tahun 1977.

Direktur Barang Milik Negara (BMN) DJKN Encep Sudarwan mengatakan, setidaknya terdapat dua BUMN Pariwisata yang berpotensi besar mengelola TMII, yaitu Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC) dan PT Taman Wisata Candi (TWC).

Baca juga: Prajurit TNI AD Kini Mudah Ajukan KPR DP 1 Persen dengan Bunga Ringan

"Setneg kan bukan ahlinya di bidang pariwisata, nanti setneg akan kerja sama rencananya dengan BUMN apakah ITDC atau TWC," kata dia saat diskusi virtual, Jumat, 16 April 2021.

Secara spesifik, Encep mengatakan, pada dasarnya yang berpotensi kuat mengelola TMII bersama setneg nantinya adalah TWC. Akan tetapi, dia menegaskan, belum mendapatkan proposal resmi dari setneg terkait pengelolaan TMII bersama TWC.

"Nanti akan dilihatlah, mungkin TWC. Jadi nanti, saya belum terima resmi proposalnya dari setneg. Tapi setidaknya itu mungkin TWC," ujarnya.

Sebelumnya, Kepala Staf Kepresidenan, Moeldoko, menyatakan bahwa pengelola baru kawasan Taman Mini Indonesia Indah bakal dipegang perusahaan milik negara. Menurut Moeldoko, perusahaan pelat merah atau BUMN yang akan mengelola bergerak dalam bisnis pariwisata.

"Kita menyiapkan BUMN pariwisata untuk menyiapkan pengelolaan ke depan," kata Moeldoko saat meninjau TMII, Jakarta Timur, Senin 12 April 2021.

Moeldoko ingin ke depan, kawasan Taman Mini tidak hanya sebagai pusat wisata yang menampilkan budaya dan rumah-rumah adat, seperti dikelola Yayasan Harapan Kita sebelumnya. Dia mau lahan seluas 150 hektare itu jadi pusat berkumpulnya para inovator di berbagai bidang.

"Para inovator di bidang inovator sosial, inovator budaya, dan bahkan inovator teknologi. Diberikan ruang di sini untuk bisa berkreasi. Membangun imajinasi besar bagaimana Indonesia ke depan dibangun dengan baik," ujar mantan Panglima TNI tersebut.