Dua Desa Diselimuti Abu Vulkanik Gunung Sinabung Disemprot Water Canon

·Bacaan 1 menit

VIVA – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karo melakukan pembersihan terhadap desa yang diselimuti debu abu vulkanik dampak erupsi Gunung Sinabung, pada Minggu malam, 6 Juni 2021, sekitar pukul 23.50 WIB.

BPBD Karo bekerjasama dengan Dinas Pencegahan dan Pemadaman (DP2K) Kabupaten Karo dan Satuan Sabhara Polres Karo melakukan penyemprotan abu vulkanik di rumah warga. Selain itu, pembersihan juga dilakukan di fasilitas umum seperti jalan, dengan menerjunkan armada kebakaran hingga water canon.

Kepala BPBD Karo, Juspri Mahendra Nadeak mengatakan pembersihan dilakukan Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo. Sebab, di kecamatan ini, terparah abu vulkanik.

"Yang terkena dampak abu dan butiran kecil adalah Desa Kutagugung dan Desa Kutarayat, Kecamatan Namanteran. Langkah kita tadi, melakukan pembersihan dengan 3 unit Damkar dan 1 unit water cannon," jelas Mahendra, dalam keterangannya, Senin, 7 Mei 2021.

Mahendra mengatakan pihaknya juga membagikan masker kepada masyarakat untuk mencegah resiko ISPA, yang ditimbulkan dari abu vulkanik.

"Untuk informasi kerusakan kita belum terima laporan. Sepanjang yang kita amati memang ada sisa-sisa debu di atap dan pekarangan rumah penduduk yang masih bisa dibersihkan sendiri," tutur Mahendra.

Sementara itu, Gunung Sinabung tersebut masih berada pada status level III atau siaga. Pemkab Karo mengimbau kepada masyarakat, yang sedang berwisata di Kabupaten Karo untuk selalu waspada.

Pun, masyarakat dan pengunjung atau wisatawan agar tidak melakukan aktivitas di desa-desa yang sudah direlokasi. Kemudian, diimbau tidak beraktivitas di lokasi dalam radius radial 3 km dari puncak Gunung Sinabung. Lalu, radius sektoral 5 km untuk sektor selatan-timur, dan 4 km untuk sektor timur-utara.

Selanjutnya, warga yang berada dan bermukim di dekat sungai-sungai yang berhulu di Gunung Sinabung agar selalu waspada terhadap bahaya lahar.

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel