Dua dosen UI terpilih ikuti program kepemimpinan kelas dunia

Dua dosen Universitas Indonesia (UI) terpilih menjadi peserta pada Program Science Leadership Collaborative (SLC) yang nantinya mengantarkan mereka menjadi pemimpin kelas dunia pada bidang keilmuan masing-masing.

Kepala Biro Humas dan KIP UI Amelita Lusia dalam keterangannya di Depok, Jawa Barat, Rabu, mengatakan dua dosen UI yaitu Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Indonesia (FIA UI), Krisna Puji Rahmayanti, S.I.A., M.P.A dan dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), Nuraziz Handika, S.T., M.T., M.Sc.

Krisna merupakan lektor bidang pemerintahan, kebijakan dan layanan publik untuk isu kesehatan, bencana dan manajemen publik di FIA UI.

Baca juga: Universitas Indonesia distribusikan 1.200 bungkus daging kurban

Ia sedang menjalani studi doktoral di University of Birmingham, Inggris, dengan fokus riset di bidang tata kelola bencana.

Krisna juga merupakan salah seorang pendiri Pusat Kolaborasi & Resiliensi, sebuah komunitas yang mendorong forum kolaborasi lintas sektor, peningkatan literasi pendidikan tinggi dan mitigasi risiko bencana.

Sedangkan Nuraziz adalah dosen dan peneliti di Program Studi Teknik Sipil FT UI yang ahli di bidang rekayasa struktural, terutama dalam percobaan dan pemodelan mekanika rekahan suatu struktur dan material.

Baca juga: Mahasiswa UI juara kompetisi ASEAN Geospasial Challenge 2022

Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), Nuraziz Handika, S.T., M.T., M.Sc. dosen mengikuti program Science Leadership Collaborative (SLC). (ANTARA/Foto: HO- Humas UI)
Dosen Fakultas Teknik Universitas Indonesia (FT UI), Nuraziz Handika, S.T., M.T., M.Sc. dosen mengikuti program Science Leadership Collaborative (SLC). (ANTARA/Foto: HO- Humas UI)

Ia meraih gelar doktor dari INSA Toulouse, Prancis, dan tergabung dalam Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan Jalan, kumpulan para ahli jembatan dari berbagai unsur yang bertugas melakukan evaluasi keamanan jembatan dan terowongan agar memenuhi standar yang berlaku.

Sebanyak 30 peneliti dari berbagai bidang di Indonesia telah terpilih untuk menjalani program Science Leadership Collaborative (SLC) yang nantinya akan mengantarkan mereka menjadi pemimpin masa depan pada bidang keilmuan masing-masing.

The Conversation Indonesia (TCID) mengembangkan program SLC dengan didukung oleh The David and Lucile Packard Foundation dan berkolaborasi dengan pakar nasional.

Baca juga: Epidemiolog UI tidak setuju penyebutan penyakit hepatitis misterius

Manajer Program SLC, Fito Rahdianto juga berharap program ini mampu memicu lahirnya lebih banyak lagi program kepemimpinan untuk peneliti di Indonesia. Tak hanya dari bidang keilmuan yang beragam, 30 peneliti yang terpilih juga berasal berbagai daerah di Indonesia.

Sebagian mereka terafiliasi dengan universitas dan lembaga pemerintah non-kementerian, sementara sebagian lainnya merupakan peneliti di lembaga swadaya masyarakat dan peneliti swasta.

Para peneliti yang menjadi peserta dalam program ini akan merasakan hal yang disebut sebagai kepemimpinan transformasional.

Peserta akan belajar untuk berinovasi, mempengaruhi bidang dan komunitasnya, serta memobilisasi sumber daya dan berkolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan untuk mengatasi berbagai permasalahan kompleks yang ada di masyarakat.

Baca juga: RSKGM UI targetkan jadi rumah sakit berkelas internasional

Tujuan kami adalah menciptakan tempat yang aman dan menarik bagi pengguna untuk terhubung melalui minat dan kegemaran. Untuk meningkatkan pengalaman komunitas, kami menangguhkan sementara fitur komentar artikel